HarianBernas.com ? Hidroponik atau Hydroponic merupakan kata yang berasal dari bahasa Yunani, Hydro yang memiliki arti air dan ponos yang berarti daya. Hydroponik merupakan teknologi bertanam yang unik karena tidak menggunakan tanah sebagai medianya atau soiless. Soiless culture merupakan budaya tanaman tidak memakai tanah. Hydroponik hanya memanfaatkan air sebagai media utamanya.
Hidroponik mempunyai pengertian secara lebih umum adalah teknik atau cara bercocok tanam dengan lebih memusatkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Dari sinilah, perhatian manusia untuk memenuhi gizi atau nutrisi pada tanaman misalnya pupuk menjadi sangat penting.
Pada tanaman konvensinal (media tanah), kita hanya berpatokan bahwa ketika tanaman sudah tertanam di dalam tanah maka dapat tumbuh dengan baik padahal belum tentu nutrisi di dalam tanah itu cukup. Alhasil tanaman pun menjadi tidak tumbuh dengan baik. Dengan adanya teknik menanam hidroponik, manusia pun akhirnya menyadari bahwa nutrisi menjadi faktor penentu sebuah tanaman dapat tumbuh dengan baik dikarenakan karena media utamanya yang ?hanya? berupa air.
Dilansir dari berbagai sumber, jika dilihat dari sejarahnya, sebenarnya hidroponik merupakan teknik bertanam yang sudah sangat tua. Membudidayakan tanaman di darat tanpa menggunakan tanah telah tertulis dalam Buku karya Fancis Bacon dengan judul Sylva Sylvarum ditahun 1627. Setelah buku itu diterbitkan, teknik budidaya dengan air menjadi penelitian yang sangat populer.
Perkembangan penelitian tanaman tanpa menggunakan media tanah terus berkembang sejak itu, hingga di tahun 1699 John Woodward menerbitkan buku selanjutnya tentang penelitian ini. Woodward mencoba percobaan budidaya air dengan spearmint. Dari sinilah Ia menemukan jika tanaman di dalam air yang kurang murni (sudah mengandung pupuk atau nutrisi tanaman) dapat tumbuh jauh lebih baik jika dibandingkan tanaman yang tumbuh di air murni.
Penelitian terus berlanjut, pada tahun 1842 terdapat penelitian sembilan elemen dasar dalam pertumbuhan tanaman serta penelitian 1859-1865 oleh Scahs dan Knop yang semakin memicu berkembangannya metode budidaya tanpa tanah (soilness). Dari penelitian ini membuat orang menyadari bahwa pemenuhan kebutuhan nutrisi tanaman telebih lagi zat mineralnya menjadi sangat penting bagi pertumbuhan tanaman.
Kegiatan penelitian teknik hidroponik terus ditindak lanjuti hingga saat ini. Walaupun media dalam teknik hidroponik sekedar tanaman, air dan nutrisi, namun sampai sekarang masih banyak saja orang yang mencari tahu dan meneliti teknik bertanam yang satu ini. Apakah anda tertarik untuk ikut mengenal hidroponik secara lebih dekat? Atau bahkan meneliti teknik bertanam ini?
.jpg)