YOGYAKARTA, HarianBernas.com — Gebrakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam hal komitmen pemberantasan pungli, direspon cepat kantor Badan Karantina, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Yogyakarta. Dihadapan Ombusdman dan perwakilan Kepolisian Daerah (Polda) DIY, jajaran petugas di BKIPM menandatangani Pakta Integritas Pencegahan dan Pemberantasan Pungli di lingkup BKIPM Yogyakarta.
Selain staf BKIPM, ikut mendandatangani pakta integritas ini perwakilan dari para pemakai jasa, yakni para pengusaha perikanan dan pedagang.
?Kami mendukung Bu Susi untuk gerakan saber pungli. Kita komitmen pada langkah-langkah pemberantasan praktik pungutan liar di lingkungan Kementrian Kelautan dan Perikanan pada umumnya, dan BKIPM Yogyakarta pada khususnya,? kata Suprayogi S.Pi, MP Kepala BKIPM Yogyakarta, Rabu (14/12/16), di kantornya, Maguwoharjo.
Selain menandatangani Pakta Integritas, Suprayogi langsung melakukan terobosan dan langkah kongkret, untuk mencegah terjadinya pungli. Langkah tersebut, berupa kebijakan menghapuskan transaksi tunai di kantornya.
?Saya menggandeng perbankan. Jadi semua transaksi dilakukan langsung melalui bank dan masuk ke kas Negara,? tegas Yogi.
Menurut Suprayogi, sebagai orang Kementrian Kelautan dan Perikanan di daerah, semua harus patuh. Di tempat kerjanya saat ini tidak ada peredaran uang tunai dari pengguna jasa. Semua lewat transaksi elektronik dan langsung masuk ke kas negara.
Selain pengawasan internal Suprayogi juga minta masyarakat khususnya pengguna jasa ikut berpartisipasi dalam gerakan ini. Caranya adalah dengan melaporkan jika ada tindakan pungli yang dilakukan anak buahnya.
?Pasti akan ditindak lanjuti sesuai semangat anti pungli,? pungkasnya.
