HarianBernas.com – Seiring meningkatnya penghasilan dan pendidikan masyarakat, pemahaman akan semakin pentingnya berinvestasi juga meningkat. Dengan meningkatnya keinginan dan kebutuhan untuk berinvestasi, maka jumlah investor juga terus menunjukkan peningkatan. Diantara berbagai instrumen investasi yang bervariasi, para investor dihadapkan dengan berbagai pilihan instrumen investasi, antara lain seperti saham, obligasi, emas, forex dan futures, properti, atau investasi di sektor riil.
Baca juga: Mengenal Trading Saham dan Cara Jitu Jadi Trader Handal
Lalu pertanyaannya, apakah keunggulan Reksa Dana dibandingkan dengan investasi langsung pada instrumen investasi lainnya?
- Minimum investasi awal relatif kecil mulai dari Rp 500 ribu atau Rp 1 juta. Hal ini menjadi salah satu keunggulan bagi investor yang dana investasinya relatif terbatas. Misalnya, saham seperti Unilever memiliki harga sekitar Rp 38.000/lembarnya. Dengan harga tersebut minimum pembelian adalah 1 lot (100 lembar), sehingga uang yang harus dikeluarkan adalah Rp 3,8 juta yang terkonsentrasi pada 1 jenis instrumen investasi. Untuk pembelian obligasi di pasar sekunder, jumlah minimal pembelian umumnya ditetapkan di Rp. 50 juta hingga 100 juta.
- Likuid dan mudah ditransaksikan. Reksa Dana dapat ditransaksikan setiap saat karena Manajer Investasi berkewajiban untuk menjual atau membeli kembali dari investor setiap perintah jual beli dengan masa penyelesaian pembayaran maksimal T+7 hari bursa.
Baca juga: Mengenal IHSG, Cara Membaca, Jenis, Manfaat, dan Istilah Terkait
Bandingkan hal ini dengan properti, yang mana secara historis dapat menyediakan potensi imbal hasil yang relatif tinggi, akan tetapi kesuksesan penjualan kembalinya bergantung pada ada atau tidaknya pembeli yang siap membeli dengan harga yang ditetapkan oleh penjual.
- Pengelolaan Profesional. Investasi Reksa Dana dikelola secara profesional oleh Manajer Investasi yang secara khusus mengalokasikan waktu dan kemampuannya, serta memiliki akses informasi yang ter-update dan kumpulan dari jumlah dana yang besar untuk melakukan investasi pada saham dan obligasi. Dengan demikian, diharapkan bisa memperoleh imbal hasil yang lebih baik dibandingkan bila investor langsung mengelolanya sendiri, karena tidak memiliki tingkat keahlian dan/atau alokasi waktu yang memadai.
- Diversifikasi Portofolio Investasi. Reksa Dana merupakan kumpulan (portofolio) dari berbagai saham, obligasi, dan instrumen investasi lainnya yang dipilih oleh Manajer Investasi berdasarkan tujuan maupun kebijakan investasi tertentu. Dengan pengelolaan secara profesional, dengan mempertimbangkan pilihan yang paling optimal dari sisi imbal hasil dan tingkat risiko yang terjaga. Dalam pengelolaan investasi tersebut, tentunya diversifikasi risiko menjadi hal utama yang diperhatikan dalam pengelolaan Reksa Dana.
Dengan ulasan di atas, tentunya kita sudah dapat segera berinvestasi ke Reksa Dana Ayo Menabung Reksa Dana bersama PT Majoris Asset Management, Manajer Investasi yang terdaftar dan diawasi oleh OJK
