Bernas.id – Mencintai seseorang adalah fitrah manusia. Pada suatu waktu, kamu pasti akan merasa tertarik dengan lawan jenis dan berkeinginan untuk memilikinya. Namun, rintangan cinta kadang menghadang, menguji hatimu yang tengah ?sendirian? dan kesepian. Cinta itu anugerah dan suci. Bersyukurlah jika kamu merasakannya. Namun cinta ternodai karena ulah manusia yang tak bisa menempatkan cinta itu di tempat yang terindah. Banyak orang yang dengan mudah mengungkapkan perasaan pada orang yang dicintai. Terkadang ada juga orang yang cuma bisa pasrah memandang dia yang dicintai dari kejauhan. Mencintainya dalam diam dan mendoakannya tanpa ketahuan.
Mencintai seseorang itu tidak salah jika masih dalam koridor yang semestinya. Nah, apa yang kamu lakukan jika kamu mencintai seseorang? Mengutarakannya? Atau justru memendam perasaan itu saja? Menunggu seseorang yang dicintai untuk mengutarakan duluan?
Sebaiknya kalau kita mencintai seseorang, jangan beritahu si dia, karena nanti Allah kurangi rasa cinta padanya. Luapkan semua rasa cintamu itu pada Allah. Beritahu Allah kalau kamu jatuh cinta sama seseorang itu.
Allah Maha mengetahui siapa jodoh kita dan siapa yang terbaik untuk kita. Cukup cintai dalam diam bukan karena membenci hadir cinta, tetapi menjaga kesucian cinta. Bukan karena menghindari kehadiran cinta, tetapi ingin meraih surga-Nya. Bukan karena lemah untuk menghadapinya, tetapi menguatkan jiwa dari godaan setan yang begitu halus dan menelusup. Cukup cintai dari kejauhan, karena hadirnya seseorang dalam hidupmu tiada kan mampu menjauhkan dari ujian. Justru hadirnya hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan karena mungkin membawa kelalaian hati-hati yang terjaga.
Ingatkah kamu sebuah kisah tentang Fatimah dan Ali? Keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan. Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah, tanpa harus mengotori hati terlebih dahulu. Oleh karena itu, dalam diammu tersimpan suatu kekuatan, kekuatan untuk menahan diri dari godaan setan yang ingin mengobrak abrik iman, lantas tertawa saat kamu mulai mendekati dia, mengungkapkan rasa cintamu yang entah akan kemana arah cintamu dibawa.
Dengan mencintai dalam diam, kamu juga memiliki kekuatan untuk menyimpan semuanya, sehingga waktu itu tiba ketika semua orang bersorak mengatakan SAH. Jika mencintai, maka akan muncul yang namanya harapan untuk memilikinya. Ketika harapan tidak sesuai kenyataan yang ada malah menghasilkan kekecewaan. Makanya berharapnya sama Allah saja, jangan sama manusia yang hatinya mudah berubah-ubah.
Jika memang mencintai seseorang maka cintailah dalam diammu, perbanyak doa sama Allah. Semoga dia seseorang yang akan menemani masa tuamu. Jika seseorang itu memang untukmu, maka Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata, hingga cintamu yang diam itu mampu dirasai dalam kehidupan yang nyata. Allah tidak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap pada-Nya.
Jika dia memang bukan milikmu, maka waktu akan menghapus 'cinta dalam diammu', dengan memberi rasa yang lebih indah pada orang yang ditakdirkan untukmu. Waktu yang akan menjawab rasa cintamu, apakah rasa cintamu makin lama bertambah atau justru makin berkurang terhadapnya. Biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi memori tersendiri, dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kamu dengan Sang Pemilik hatimu. Tetaplah letakkan cinta itu ditempat terindah, cintailah dia dalam diam, utuh tak tersentuh.
Sebelum tiba waktunya untuk kamu halal bersama si dia, tahanlah hatimu. Tahanlah perasaanmu. Jika perasaan itu tidak tertahan lagi, coretkan segala isi hatimu tentang cinta & rindu, tentang doa & harapanmu padanya dalam tulisan. Dan simpanlah tulisan yang tidak beralamat itu sebaik mungkin. Bila tiba saatnya kamu disatukan, maka serahkanlah segala isi hatimu itu padanya. Dia pasti bahagia menerimanya, tapi jika waktu itu belum tiba maka biarlah ia menjadi RAHASIA. Rahasia antara dirimu dan Sang Pencipta. Jika dia bukan milikmu, bakarlah coretan itu bersama hilangnya wajah si dia dari hatimu.
Dengan mencintai dalam diam selain menjaga keimanan dalam hati, menjaga kesucian diri, menguji kekuatan hatimu dalam menghadapi kesendirian, dan untuk menjaga citra diri. Jadi tak perlu mengungkapkan rasa cinta itu, jika kamu belum mampu untuk menghalalkannya, atau belum siap dihalalkannya, namun jika sudah bersedia maka segerakanlah ungkapkan semua isi hatimu padanya. Cukup sajalah kamu menjaga, memantau orang yang kamu cintai lewat sujudmu dipertiga malam, dengan doa – doa terindahmu untuknya.
