Bernas.id – Cantik dan menawan, mungkin inilah gambaran saat mendengar nama Putri Tidur. Mungkin Anda masih teringat dengan dongeng yang menceritakan Putri Tidur? Ya, kisahnya terasa tak asing menghiasi imajinasi masa kecil. Seorang putri kerajaan mengalami tidur panjang puluhan tahun dikarenakan tertusuk jarum. Apakah anda masih ingat dongeng ini?
Namun kini, dongeng tersebut seolah menjadi nyata. Seorang anak berusia 13 tahun asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan disebut-sebut sebagai Putri Tidur masa kini. Kebiasaan anak wanita bernama Siti Raisa Miranda atau Echa ini, terbilang unik. Ia memiliki kebiasaan tidur hingga 10 hari tanpa bangun. Kisah ini menjadi viral bermula dari potingan sang ayah yang mengungkapkan kebiasaan unik anaknya.
“Penyakit tidur Echa kambuh, hingga malam ini Echa sudah tidur selama 10 hari 10 malam. Menurut dokter umum, fisiknya baik baik saja, dokter spesialis jiwa belum bisa menggali lebih dalam,” papar ayah Echa dalam postingan-nya di sosial media.
Jelas saja ?curhatan? sang ayah pada social media langsung merebut perhatian masyarakat. Echa bahkan dapat tidur hingga 13 hari tanpa terbangun. Tidak hanya itu. Di saat Echa berada dalam posisi duduk sejenak, maka seketika ia pun langsung terlelap. Bahkan Echa pernah melakukan tidur terlama dalam kurun waktu 87 hari. Beberapa waktu yang lalu, Echa hampir tidur selama dua minggu. Echa pun melakukan pemeriksaan kesehatan, namun hasil yang diperoleh baik. Hasil analisa dokter pun mengatakan tidak ada permasalahan.
Hal ni tergambar dari gambar CT Scan yang dilakukannya. Namun, dokter pun memberikan diagnosa bahwa anak wanita berusia 13 tahun ini diduga mengidap sindrom Putri Tidur atau yang disebut dengan bahasa latin Kleine-Levin (KL Syndrome).
Sindrom KL merupakan penyakit saraf langka yang dapat mengakibatkan penderita tidak dapat mengontrol rasa kantuk yang dirasakannya. Penderita sindrom ini dapat tidur berjam-jam, bahkan hingga berminggu-minggu dikala penyakit tersebut kambuh. Tidak hanya tidur terlelap dalam jangka waktu yang lama. Namun, penderita dapat pula bangun sesaat dari tidur lama yang dilakukannya, hanya untuk sekedar makan atau pun ke kamar mandi. Dan setelah itu, akan kembali tidur.
Hasil penelitian ilmuwan Amerika Serikat mengatakan bahwasanya penyakit Sindrom KL ini merupakan penyakit yang disebabkan karena terjadinya mutasi gen atau DNA yang dibawa oleh orang tua. Keanehan ini tak jarang pula yang mengklasifikasikan Sindrom KL sebagai penyakit gangguan kejiwaan. Keluhan rasa capek dan letih yang seringkali dilakukan oleh penderita saat terbangun, tentu saja membuat orang sekitar merasa bingung. Tak jarang pula, penderita bersikap seperti anak kecil dikarenakan memori ingatan yang terhapus akibat tidur panjang yang dilakukannya. Tentu saja kejadian ini terasa aneh. Echa bagaikan sosok Putri Tidur masa kini. Saat ini, Echa tengah menempuh terapi sebagai upaya mengurangi tingkat keparahan sindrom yang dialaminya. Semoga Echa dapat segera pulih ya?
