Bernas-id – Siapa sih yang mau hidup sendiri? Namun jika takdir menuliskan berbeda, apalah daya. Menjadi singel parent, bukanlah hal yang harus ditakuti. Jalani dengan kenikmatan, memandang buah hati tumbuh optimal. Singel parent tak ubahnya profesi langka yang menuntut tanggung jawab besar, dengan hasil maksimal pula. Hanya saja perhatikan beberapa hal ini:
1. Mana yang lebih penting
Mulailah prioritaskan kepentingan. Hal apa yang harus diutamakan dan diselesaikan. Baru kemudian selesaikan hal lain. Bekerja, misalkan demi memenuhi finansial yang baik untuk kebutuhan anak, adalah hal penting. Namun jika bekerja ini sudah tidak memiliki batas waktu, sepertinya kita harus menelaah kembali makna arti penting. Sudah saatnya bijak dalam membagi waktu.
2. Berfikirlah Positif
Gunakan pikiran positif dalam menentukan sikap. Pikiran positif akan menciptakan suasana positif pula. Sehingga timbul rasa aman, saling peduli. Tidak peduli bagaimana rapuhnya diri orang tua, di depan anak, positiflah dalam bertindak. Positif dalam berucap, sehingga ia tak menyadari akan keretakan yang sudah ia tinggalkan.
3. Super Mom/Dad tapi bukan superhero
Banyak parents yang merasa dirinyalah yang terhebat. Tak ada yang salah, toh singel parent adalah pilihan terakhir. Hanya saja ketahuilah, tubuh yang melekat masihlah manusia. Ia butuh istirahat, termasuk butuh bantuan. Mintalah bantuan di saat yang tepat. Disinilah kita membutuhkan orang lain. Bersikaplah terbuka menerima masukan, termasuk keterbukaan dalam berkomunikasi dengan anak. Bagaimanapun manusia merupakan makhluk sosial, membutuhkan orang lain. Menerima sedikit bantuan dari orang lain, tidak salah juga.
