Bernas.id – Hal yang paling menonjol saat kita berbicara tentang desa, adalah ketradisionalannya. Tradisional dalam menjalankan hidup atau melaksanakan tatanan yang ada. Secara umum, masyarakat desa menggantungkan hidup pada alam dengan bercocok tanam. Dalam setiap anggota masyarakat desa, bisa dipastikan saling mengenal bahkan dengan anggota desa lain yang bukan wilayahnya. Gotong royong masih sangat kental dengan ditambah kehidupan religi yang cukup kental, bahkan mistis masih sangat dipegang kuat.
Ciri-ciri Desa:
Dekat dengan alam;
Lingkungan serta orientasi alam desa yang masih memiliki keterkaitan erat, disebabkan lokasi geografis misal dalam pertanian menjadi hal vital yang menunjang kehidupan masyarakat. Kepercayaan yang kental dengan hukum alam, seperti falsafah kehidupan.
Profesi mata pencaharian utama lebih mengarah pada alam;
Pekerjaan utama sebagai ponyokong kehidupan masyarakat desa mengarah pada pemanfaatan alam di sekitarnya. Bertani atau nelayan (untuk pesisir) menjadi pekerjaan umum bagi masyarakat desa. Hampir kita selalu menjumpai sawah jika berada di lingkungan desa. Walau sebenarnya, area alam ini mulai berangsur menipis seiring dengan pengalihan fungsi lahan. Sebagian kecil lagi masyarakat desa memilih berdagang. Namun ini hanya mata pencaharian sekunder saja.
Ukuran Komunitas;
Secara umum, desa memiliki komunitas yang lebih kecil dengan tingkat kilo meter persegi yang rendah. Kepadatan penduduk dalam wilayah desa umumnya lebih rendah, yaitu satu wilayah kecil seperti kompleks perumahan dengan hanya beberapa rumah, yang dikelilingi area perkebunan atau persawahan. Namun, interaksi sosial yang masih terjaga menyebabkan pola perumahan kecil dalam desa, tetap guyup rukun tanpa terisolir.
Diferensiasi (perbedaan) sosial;
Masyarakat desa yang masih homogenitas, memiliki derajat defisiansi yang relatif lebih rendah. Sebab, adanya tatanan tradisional yang masih kental ditambah sifat gotong royong yang masih mengakar, menyebabkan masyarakat desa jarang menuai konflik antara anggota desa lain.
Lapisan sosial;
Lapisan masyarakat, yaitu kelas antarjenjang sosial yang banyak ditemui, dalam masyarakat perdesaan tidak terlihat dengan jelas. Walaupun memang masih ditemukan jenjang sosial, hal ini tidak terlalu berdampak banyak terhadap tatanan kehidupan lainnya.
Pengawasan sosial;
Pengawasan sosial yang terjadi dalam masyarakat perdesaan, lebih mengarah dalam sosial pribadi dan ramah tamah. Norma yang berlaku dalam masyarakat menjadi alat utama pengawasan sosial bagi masyarakat itu sendiri.
Pola kepemimpinan.
Kepemimpinan dalam wilayah perdesaan banyak ditentukan oleh kualitas pribadi dari individu itu sendiri. Interaksi langsung baik dengan tatap muka, ataupun berdiskusi sangat memengaruhi pilihan masayrakat dalam menentukan pemimpin. Lingkup yang kecil memudahkan masyarakat mengetahui banyak hal baik kejujuran, pendidikan, tawadu', kesolehan, pengorbanan, bahkan pengalaman.
