Bernas.id- Bisnis dengan cara online saat ini kian digemari. Tanpa toko, tanpa capek harus bertemu pelanggan, penjual bisa langsung menjual produknya. Hanya metodenya saja yang berubah. Menawarkan langsung diganti dengan menawarkan tidak langsung, seperti iklan, softselling, mengadakan kuliah online, dan lain-lain. Ada tiga rahasia yang menjadi ciri-ciri bahwa teknik copywriting penjual itu sukses.
1. Mengenali dengan baik calon customer
Target pasar yang ingin kita gali, tentunya tidak selalu mampir di toko kita. Setelah memastikan bahwa toko online kita adalah asli, dengan pemilik yang asli, calon pembeli akan bertanya-tanya ke kita. Nah, sebelum kita menjawab pertanyaan mereka, apalagi menyerobot karena saking senangnya, Anda lihat ?apa sapaan mereka terhadap kita?. Jika mereka menggunakan sis, gan, maka kita harus mengikutinya. Kalau mereka menyapa kita dengan ?min? yang berarti admin, kita balas sapaan mereka dengan kata yang umum dan fleksibel, yaitu ?kak?.
2. Fokus dengan manfaat, bukan fitur.
Setiap produk tentu ada fitur yang dijanjikan. Kalau baju, fiturnya: ukuran beragam, satu set dengan jilbab, dan lain-lain. Nah, boleh saja kita menyebutkan fitur,tetapi fokus juga ke manfaat produk. Calon pembeli memesan baju yang ingin dipakai di pesta pernikahan. Nah, sebagai penjual, kita bisa memberi konsultasi untuk (calon) pembeli memilih model yang kita punya.
3. Mengurangi Friksi (Gesekan)
Jadi penjual harus siap di-PHP-in. Namun, penjual juga harus punya etika. Jangan terburu-buru menyuruh pembeli atau bahkan memaksa pembeli untuk transfer. Diibaratkan calon pembeli adalah bola, giring dulu, sampai akhirnya deal! Kadangkala, pembeli yang langsung minta transfer.
Tiga rahasia copywriting ini tidak akan berhasil jika produknya tidak ada. Teknik ini berguna, jika Anda memiliki produk yang ingin Anda jual dan Anda tahu sisi positif dan negatifnya produk tersebut. Lalu, setelah toko Anda menarik, kenali dahulu, fokus dengan manfaat, dan mengurangi friksi.
