Bernas.id – Di antara hari istimewa dibulan November, ada satu yang tidak bisa dilupakan oleh semua orang Indonesia walaupun tidak semua pula yang mengingatnya. Seperti hari guru nasional yang jatuh pada tanggal 25 November yang lalu. Guru sang pahlawan tanpa tanda jasa ini masih setia dan sabar mendidk murid-muridnya.
Salah satu hadis Rasulullah yaitu “Didiklah anak-anakmu di zamannya”. Zaman seperti apa yang dimaksud mengingat perkembangan pendidikan saat ini di negara tercinta amatlah memperihatinkan. Tawuran pelajar disana-sini, penyalahgunaan obat terlarang, kecanduan pornografi, menghabiskan waktu dengan ponsel pintarnya. Lalu jika sudah seperti ini kemanakah peran serta para pendidik yang selama ini diharapkan untuk membantu membenahi generasi penerus bangsa.
Di saat urusan pendidikan murid belum selesai, sebagian guru yang tidak bertanggung jawab melakukan perbuatan yang tidak pantas. Dari pelecehan terhadap anak didik sampai korupsi dana pendidikan.
Serba panjang urusan jika masing-masing pihak saling menyalahkan, coba sama-sama kita kaji hal apa yang bisa membenahi pendidikan kita ke jalan yang benar. Berikut tips agar citra guru kembali kepada fitrahnya:
1. Penghasilan
Pernahkah kita memikirkan bahwa guru juga manusia yang perlu pangan, sandang dan papan. Bagaimana bisa diantara keikhlasannya seorang guru juga harus memikirkan nasib dirinya dan keluarganya. Hargailah guru dengan harga yang pantas dengan memberikan penghasilan yang layak untuk menopang kehidupannya. Andaikan ini terpenuhi niscaya tidak ada lagi guru yang memberikan tambahan pelajaran demi mencari tambahan penghasilan atau yang lebih ekstrim melakukan korupsi.
2. Pengurangan beban
Saat anak berbuat kesalahan semua telunjuk menuding ke arah guru, lantas kemana peran serta orang tua? Bukankah madrasah pertama berada ditangan orang tua? Walau sebagian waktu dihabiskan di sekolah bukan berarti anak menjadi beban guru. Bagilah beban pendidikan agar anak bisa tumbuh seimbang, ayah ibu adalah orang tua di rumah dan guru adalah orang tua di sekolah.
3. Pendidikan
Seorang guru juga harus menambah wawasannya sehingga bisa mengimbangi perkembangan zaman dalam mendidik anak muridnya. Mengacu pada kalimat bijak bahwa pendidikan dimulai dari dalam buaian sampai liang lahat. Karena ilmu yang bermanfaat akan menjadi ladang amal yang terus mengalir saat kita menghadap-Nya.
Terima kasih guru, meskipun Hari Guru sudah lewat, engkau tetap di-gugu dan ditiru.
