Bernas.id – Dalam kehidupannya, manusia mengalami beberapa fase kehidupan yang tidak bisa diulangi. Waktu akan terus berjalan tanpa pernah memberikan kesempatan seorang pun untuk kembali. Sudah bertahun-tahun kita menjalani kehidupan, sudah beberapa masa telah kita lewati.
Seiring bertambahnya usia, manusia akan mengalami permasalahan dan persoalan yang lebih berat daripada sebelumnya. Setiap hari usia kita berkurang, sedangkan masalah kita bisa saja bertambah. Ada kalanya, kita mengenang masa-masa indah kita, terutama masa kecil kita yang penuh kebahagiaan.
Di masa indah itu, kita tidak pernah mengalami tekanan hidup yang sekarang kita alami. Masih ada kedua orang tua kita yang selalu mendukung dan melindungi kita. Saat terjatuh pun, masih banyak orang yang menyemangati kita untuk bangkit kembali.
Kebanyakan orang memiliki masa kecil yang indah. Sewaktu kecil, ibu masih menemani kita dengan secangkir dongeng sebelum lelap, dan keesokan paginya saat kita menyambut mentari, ibu juga telah menghidangkan sarapan yang rasanya tiada tara.
Luka yang kita alami sewaktu kecil hanya sebatas pada luka ringan saat terjatuh, atau kekesalan sederhana saat tidak diizinkan main keluar rumah. Kita tidak pernah merasakan sakitnya pilu hati, kita tidak merasakan jiwa yang hancur kala cinta berakhir tragis.
Yang ada di otak kita kala itu hanyalah bermain, bermain, dan bermain. Otak kita masih jernih, masih belum terbebani dengan segala cobaan dan ujian berat yang sekarang kita pikul. Sewaktu kecil, semua teman kita setia adanya, tidak ada yang namanya kemunafikan, kebusukan, dan kebohongan di antara kita.
Oh, jika waktu mengizinkan, mungkin kita ingin tetap tinggal di masa kecil. Namun, berjalannya waktu menandakan kita harus siap menghadapi tantangan baru, kita harus siap berkembang dan terbuka pada dunia. Sekarang, waktunya kita bangkit dan menunjukkan siapa kita, masa kecil yang indah telah berlalu, dan sekarang, sambutlah masa depan dengan diri yang siap menjalani hari.
