Bernas.id – Indonesia. Sedekah nyatanya sederhana. Bahkan, tersenyum saja sudah merupakan sedekah. Jika yang sederhana itu dihitung sedekah, bagaimana jika yang disedekahkan adalah darah. Benar saja, donor darah ternyata mampu menjadi ladang sedekah berharga. Jika niat mendonorkan darah adalah menolong tanpa imbalan sedikitpun. Niat yang baik, tentu mengundang kebaikan yang lain.
Setidaknya sekitar 350 mililiter darah akan diambil dalam proses donor darah. Tentu saja, darah tersebut tidak serta merta diberikan kepada pasien yang membutuhkan. Diperlukan waktu untuk menyeleksi kelayakan darah tersebut. Bahkan, jika ditemukan darah yang berpotensi negative, misalkan terjangkit virus atau penyakit tertentu, darah tersebut jelas tidak digunakan. Sebaliknya, si pendonor akan dihubungi untuk mendapatkan informasi perawatan selanjutnya.
Donor darah, bukan hanya bermanfaat untuk pasien yang membutuhkan. Namun tubuh si pendonor jauh akan lebih sehat setelah donor. Bahkan, donor darah dianjurkan dilakukan minimal sekali dalam setahun. Tentu dengan pertimbangan kesehatan yang wajib diperhatikan. Sebab, donor darah ternyata mampu menghalau banyak penyakit kronis. Di antara penyakit kronis yang mampu dicegah, yaitu jantung, kanker, dan obesitas. hanya saja, donor darah sudah tidak berlaku jika penyakit ini sudah Nampak. Sebab, hanya bersifat pencegahan.
Menurut data American Journey of Epidermiology, donor darah mampu menurunkan risiko serangan jantung sebanyak 88% dengan tingkat penurunan penyakit jantung sebesar 33%. Bahkan, rutin mendonasikan darah setiap 6 bulan sekali mampu menurunkan risiko serangan jantung dan stroke pada usia 43 sampai 61 tahun. Sebab, dengan mendonorkan darah berarti memproduksi darah baru sehingga mampu membuang kelebihan sel darah merah. Sel darah merah yang melebihi batas normal akan menyebabkan darah lebih kental sehingga memudahkan terbentuknya arteroklerosis, penyebab terjadinya jantung koroner.
Termasuk pada kelebihan zat besi dalam darah yang menjadi penyebab utama kanker. Donor darah, ditengarai mampu me nurunkan zat besi dalam darah secara kontinyu. Orang yang rutin mendonorkan darahnya memiliki kadar zat besi lebih rendah dibandingkan orang bukan pendonor. Termasuk pula dalam membakar 650 kalori di setiao sekali donor, wajar, jika donor darah mampu mengurangi resiko obesitas.
Niatkan donor darah untuk membantu sesama, dan nikmati manfaat setelahnya. Sebagai pendonor darah, rutinkan olahraga pagi untuk membentuk tubuh sehat. Imbangi makanan yang bergizi sehingga kualitas darah yang di donorkan juga membaik. Pun dalam menjaga kesehatan serta menjaga pola makan dan penerpan gaya hidup sehat. Donor darah, sekali kita mendonorkan darah, sejuta manfaat mengikuti
