Bernas.id – Fenomena hijrah menjadi hal yang hangat untuk diperbincangkan. Apalagi di zaman sekarang banyak yang berhijrah dari kalangan anak muda baik non selebriti maupun selebriti. Hijrah yang kita bahas di sini bukanlah mengenai perpindahan dari satu tempat menuju tempat lain. Hijrah merupakan perubahan menuju lebih baik dalam segala hal, yang dilakukan semata-mata untuk kebaikan hanya untuk mengharapkan ridho Allah. Ketika kita mengenal seseorang yang dulunya dipenuhi dengan kemaksiatan, tetapi ketika sudah berhijrah orang tersebut akan berubah 180 derajat dari sebelumnya. Di mana ketika belum hijrah, auratnya diumbar ke mana-mana, tapi setelah hijrah ia menutup aurat dengan sempurna. Bahkan, dalam hal ibadah pun lebih baik dari sebelum berhijrah.
Behijrah memang berat karena harus memiliki kesabaran dan juga komitmen agar tidak kembali ke masa lalu yang penuh dengan kemaksiatan. Boleh jadi cobaan dan godaan yang datang lebih berat seperti lingkungan yang kurang kondusif, dijauhi oleh teman terdekat, bahkan ada orang-orang akan membenci perubahan kita. Tentu saja akan ada konsekuensi terhadap pilihan hidup kita. Ketika berhijrah, kita akan menemukan dua keberanian yaitu berani kehilangan dan berani untuk menemukan. Namun, tahukah kamu bahwa Allah akan memberikan balasan yang luar biasa bagi yang berhijrah sungguh-sungguh karena Allah swt? Yaitu Allah akan memberikan rezeki, diampuni kesalahan dan dosanya, di tinggikan derajatnya oleh Allah, mendapatkan kemenangan yang besar dan tentunya mendapatkan ridha Allah dan akan berbalaskan surga-Nya.
?Barang siapa yang hijrah di jalan Allah, niscaya akan mendapati muka bumi tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak?. ?(Q.S Annisa: 100)
Lalu apakah kaitannya hijrah dengan kisah cinta seseorang. Tentu saja, ketika hijrah pun tidak menutup kemungkinan seseorang tersebut menginginkan pasangan yang sama baiknya, bahkan lebih baik dari yang dia inginkan. Tidak salah jika seseorang ingin berhijrah karena ingin mendapatkan kesuksesan yang lebih baik, jodoh yang baik dan kehidupan yang lebih baik. Ketika seseorang ingin jodoh terbaik, ia berusaha memperbaiki diri, membekali diri dengan ilmu agama, mengikuti kajian, semakin mantap dalam menjalankan ibadah kepada Allah dan sunnah yang diajarkan Rasul-Nya. Dengan tujuan untuk mendapatkan jodoh yang soleh dan solehah. Tidak masalah, karena jodoh merupakan ceriman diri. Karena laki-laki yang baik akan mendapatkan perempuan yang baik begitupun sebaliknya. Maka orang yang memperbaiki dirinya tentu akan memperbaiki jodohnya.
Zaman now, banyak yang menggunakan cara-cara sesat sebelum menikah, berpacaran, HTS (hubungan tanpa status), bahkan tidak jarang terjadi hal-hal yang diinginkan, Na?udzubillah. Maka ketika sudah berhijrah lelaki maupun wanita yang mantap menikahi pilihan hatinya tidak ingin lama-lama berpacaran, modus apalagi kebanyakan kode. karena cinta bukan voucher pulsa. Jika ia berniat menikahi pilihan hatinya, dilakukan dengan cara taaruf, khitbah, lalu nikahi. Tentu semua itu dikembalikan lagi pada niat seseorang. Sudah luruskah niatnya untuk berhijrah karena niat yang paling utama adalah untuk mendapatkan ridha Allah.
?Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya untuk Allah dan rasul-Nya maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya mencari dunia atau karena perempuan yang ingin dinikahinya maka hijrahnya kepada yang ia tuju.? (HR. Bukhari dan Muslim)
