Bernas.id – Para orang tua pasti sepakat bahwa anak adalah segalanya bagi orang tua. Keberadaan anak pada sebuah keluarga bahkan merupakan surga yang sangat dirindukan oleh kedua orang tuanya. Sehingga, tak heran para orang tua sangat ketakutan bila anak yang sangat dibanggakan mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.
Namun, Apakah anda pernah mendengar kata ?Speech Delay atau Language Delay?? Speech delay adalah hal yang sangat ditakuti oleh para orang tua. Bagaimana tidak? Speech delay adalah kesulitan yang dialami oleh anak dalam berbicara, memproduksi bahasa, atau dalam berkomunikasi dengan lawan bicaranya. Setiap manusia memiliki sebuah device yang bertugas dalam memproduksi bahasa yang dikenal dengan istilah LAD (Language Acquisition Device) yang dikemukakan oleh seorang ahli Noam Chomsky. Menurut Chonsky, LAD adalah sebuah alat yang terdapat dalam otak setiap manusia yang dapat membantu anak dalam secara cepat belajar dan memahami bahasa. Namun, meskipun demikian keterlambatan berbicara masih mungkin dapat terjadi dalam beberapa kasus. Keterlambatan bicara yang dialami oleh anak bisa terjadi dalam beberapa hal, misalnya pada masalah artikulasi, kelainan anak dalam memproduksi produksi suara, gagap atau kelainan bicara lainnya. Berikut ini dijelaskan beberapa hal yang dapat dilakukan oleh para orang tua agar anak anda tidak mengalami keterlambatan bicara:
1. Berikan Stimulus Kepada Anak Sedini Mungkin
Keberadaan orang tua, khususnya Ibu dapat memberikan pengaruh dan stimulus yang sangat besar terhadap perkembangan fisik dan mental anak. Stimulus yang diberikan oleh orang tua kepada anak harus dilakukan sedini mungkin, bahkan hal itu harus sudah dimulai ketika bayi masih berada dalam kandungan. Oleh karena itu, ketika bayi masih berada dalam kandungan, Ibu ataupun ayah sekalipun sudah harus memulai stimulus kepada anak. Stimulus yang bisa diberikan pada fase ini adalah dengan memberikan stimulus berupa rangsangan suara. Oleh karena itu, para orang tua harus sesering mungkin memperdengarkan alunan musik atau suara yang dapat memberikan stimulus pada otak anak, misalnya perdengarkan alunan ayat-ayat suci Alquran atau musik-musik klasik. Sudah banyak penelitian yang dilakukan oleh para ahli tentang pengaruh lantunan ayat suci Alquran terhadap pergerakan janin dalam kandungan.
2. Ibu Harus Talkative Alias Sering Berkomunikasi dengan Anak
Komunikasi tidak saja dimulai ketika bayi sudah besar atau ketika bayi sudah mulai berjalan, namun justru jauh sebelum itu komunikasi yang baik harus sudah terjalin dengan jabang bayi. Ketika para bunda mengandung, ajaklah anak anda untuk berkomunikasi atau berbicara sesering mungkin. Secara tidak langsung, maka proses komunikasi untuk merangsang otak anak sudah dimulai dsini. Begitupun ketika bayi sudah lahir ke dunia, proses komunikasi dengan bayi harus semakin lebih banyak. Karena sesungguhnya, walaupun bayi mungkin belum bisa secara langsung menjawab pertanyaan yang anda ajukan, atau merespon kaa yang kita berikan, tapi sesungguhnya proses penangkapan kosakata dari otak anak sudah dimulai pada masa itu. Bayi memang belum bisa menjawab atau berbicara seperti orang dewasa pada masa itu, tapi bayi telah memiliki kemampuan untuk mendengar setiap hal-hal apa saja yang terjadi pada sekitarnya. Meskipun, stimulus yang diterima bayi mungkin hanya berupa suara-suara yang ada di sekitarnya, tapi proses ini cukup baik untuk perkembangan otak anak dalam memproduksi bahasa.
3. Jauhkan Gadget dari Anak
Telah banyak terjadi kasus tentang keluhan para orang tua yang menyampaikan bahwa anaknya mengalami keterlambatan bicara dikarenakan anak terlalu sering bermain gadget. Gadget memang banyak memberikan dampak positif dari berbagai hal, namun dampak negatif dari kecanggihan teknologi pada zaman modern seperti saat ini juga dapat membawa malapetaka terhadap anak. Bagaimana tidak? Setiap hari anak tidak mendapat stimulus apapun dari dunia nyata di sekitarnya. Anak setiap hari hanya bermain gadget atau seharian bermain games. Jika ini berlanjut terus menerus, maka hal ini bisa menjadi penghambat anak untuk dapat berkomunikasi atau bersosialisasi dengan dunia di sekitarnya. Akhirnya, anak menjadi minder, pemalu, atau menjadi introvert dan akhirnya kosakata yang dimilikinya sangat sedikit karena tidak ada stimulus atau proses umpan balik dalam berkomunikasi.
4. Ajak Anak Anda Bermain Drama atau Bernyanyi
Setiap anak pasti menyukai irama gerak lagu yang diperdengarkan kepadanya, terlebih lagi lagu dari tokoh katun yang ia sukai. Para orang tua daat membantu imajinasi anak dalam tumbuh kembangnya dengan bermain drama-drama tertentu atau mendeskripsikan hal-hal yang disukainya.Dengan bermain drama, maka secara tidak langsung anak akan bertambah kosakata-kosakata baru yang dimilikinya.
5. Buatlah Lingkungan di Rumah Senyaman Mungkin
Rumah adalah surga dalam keluarga, sebuah rumah adalah surga bagi orang tua dan anak. Jadi, kebahagiaan di rumah adalah kunci dari segala kebahagiaan bagi keluarga. Para orang tua, baik ayah dan Ibu harus bisa menciptakan suasana senyaman mungkin bagi anak. Bila suasana nyaman di keluarga, maka akan tercipta kedamaian dalam keluarga. Anak juga akan merasa bahagia dan tidak tertekan jiwanya sehingga anak mudah untuk mengucapkan atau berkomunikasi tentang apa yang ia rasakan, sehingga otak anak yang bertugas dalam memproduksi bahasa dapat berfungsi dengan baik.
