Bernas.id – ASI eksklusif turut memberikan manfaat luar biasa bagi ibu. Sayangnya fakta ini jarang terpublikasi dengan baik, sehingga mitos yang beredar jauh lebih mudah didengar dibandingkan hasil penelitian. Bagi seorang ibu profesional, menyusui adalah kegiatan yang paling menyenangkan. Bahkan, beberapa ibu yang sedang jatuh cinta pada bayinya rela melepas karier demi menikmati moment langka ini. Patut, memang sebab proses yang hanya dilakui bayi selama enam bulan ini memberikan dampak luar biasa bahkan hingga ia dewasa. Termasuk dampak mencintai dan tawadhlu terhadap ibunya. Apa saja manfaat yang akan didapat oleh ibu dari kegiatan menyusui? Yuk, simak ulasannya di bawah ini:
1. Gampang langsing
Proses menyusui nyatanya mampu mempercepat turunnya berat badan ibu profesioal selepas melahirkan. Dalam hanya enam bulan, berat badan ibu menyusui secara kontinu akan berkurang, sampai pada batas ideal. Sehingga wajar, ibu yang menyusui eksklusif pasti terlihat lebih cantik, sintal dan padat berisi. hal ini dikarenakan asupan kalori yang dimiliki tubuh ibu digunakan penuh dalam produksi air susu. Yang terpenting di sini, jaga pola asupan makanan sehingga kualitas dan kuantitas ASI terjaga. Ibu sebagai guru sekaligus ibu profesional pasti mampu memadupadankan pola konsumsi makanan dengan bijaksana.
2. Rahim lebih sehat.
Tidak dipungkiri, isapan bayi secara langsung memberikan efek luar biasa untuk ibu. Isapan kuat bayi kadang dirasakan oleh ibu hingga menimbulkan rasa mulas di dalam perut. Keadaan ini merangsang hormon oksitosin yang menyebabkan rahim cepat pulih dan cepat kembali ke bentuk normal.
3. Mengatur jarak kelahiran hingga KB alami.
Beberapa ibu yang memberikan ASI secara eksklusif tidak mendapat menstruasi. Hal ini dikarenakan hormon oksitosin lebih aktif hingga menghambat proses matangnya sel telur. Jika sel telur dalam rahim belum juga matang, bisa dipastikan selama itu pula tidak ada pembuahan. Jarak kelahiran 98 persen jelas pasti lebih teratur. Namun, tidak semua ibu demikian. Beberapa ibu bahkan tetap rutin menstruasi sebulan setelah kelahiran selesai. Untuk ibu-ibu seperti ini, KB alami bukanlah hal yang disarankan. Ibu perlu bijak dalam memilih alat kontrasepsi karena beberapa piihan kontrasepsi akan memengaruhi kuantitas hasil ASI.
4. Mengurangi risiko Osteoporosis.
Pengeroposan tulang terjadi akibat berkurangnya kepadatan mineral dalam tulang. Menyusui memperlambat proses ini sebab kepadatan mineral secara kontinu tersisi kembali, bahkan mampu lebih meningkat setelah menyusui. Ini terjadi karena tubuh lebih aktif dalam memproduksi berbagai jenis mineral yang dibutuhkan tubuh. Beberapa mineral tersebut tersalurkan secara otomatis dalam peredaran darah ibu. Sebagian akan dimanfaatkan dan dikelola untuk proses pembuatan ASI, sebagian lain digunakan untuk memenuhi kebutuhan tubuh ibu itu sendiri.
5. Aman dari kanker Payudara.
Ibu yang menyusui bayinya selama dua tahun atau lebih, memiliki potensi 24 persen lebih rendah terkena kanker payudara. Menyehatkan psikologis dan kesehatan. Bonding yang terjadi antara ibu dan bayi ketika proses menyusui secara langsung memiliki dampak luar biasa bagi psikologis untuk ibu dan bayi itu sendiri. Perasaan nyaman serta tenang diantara keduanya ini secara tidak langsung menyehatkan keduanya.
Itulah beberapa manfaat dari memberikan ASI eksklusif. Semoga dengan membaca ini, semakin banyak ibu yang memberikan ASI eksklusifnya untuk sang buah hati.
