Bernas.id ? Ketika kegiatan menanam dapat menjadi ladang untuk bersedekah, masihkah enggan untuk menanam?.
Menanam adalah kegiatan yang jarang disukai, kecuali oleh pencintanya. Alasan sederhana karena kotor, cacing yang menggelikan, pupuk yang bau atau perawatan yang dianggap susah, dianggap sebagai hal yang tidak masuk dalam list untuk dijadikan sebagai hobi yang menyenangkan.
Padahal bagi sebagian orang, kegiatan menanam dapat dijadikan sebagai penurun tingkat stres bahkan dijadikan sebuah terapi untuk beberapa anak yang mengalami kesulitan dalam bersosialisasi.
Sebuah tanaman yang sudah berbuah, kemudian hasil buahnya diberikan pada tetangga atau orang yang membutuhkannya, maka sudah bisa diartikan sebagai sedekah. Namun ternyata, hanya dengan menanam sebuah tanaman saja, sudah dapat dikatakan sebagai sedekah.
Kapankah hal tersebut terjadi?
Hal tersebut akan terjadi apabila tanaman yang ditanam dapat dimakan oleh hewan, manusia atau pun burung. Maka, orang yang sudah menanam tanaman tersebut sudah dapat dikatakan bersedekah, yaitu bersedekah kepada hewan, burung atau manusia yang telah memakannya. Entah itu yang dimakan bagian buah, daun atau bagian yang lainnya.
Sebagaimana hadits berikut:
Dari sahabat Anas bin Malik ra, bahwasannya Rasulullah Sallahu ?alaihi wa sallam, pernah bersabda: ?Tidaklah seorang mukmin bercocok tanam atau menanam pohon, kemudian ada burung yang memakan tanamannya tersebut, atau hewan atau manusia, melainkan baginya dihitung sebagai sedekah.? (HR: Bukhari dan Muslim)
Dari hadits tersebut dapat diketahui bahwa bercocok tanam telah menjadi salah satu sarana untuk bersedekah. Semakin banyak manfaat yang dapat diambil dari sebuah tanaman, maka semakin banyak yang akan membutuhkannya. Semakin banyak yang membutuhkan tanaman tersebut, maka akan semakin banyak pahala dari sedekah yang bisa didapatkan. Wallahu a?lam bishowab.
Maka, seharusnya bercocok tanam bukan lagi hobi yang asing untuk dikerjakan, karena selain mendapatkan manfaat kesejukan udara dari menanamnya, sebuah tanaman pun ternyata dapat menjadi ladang sedekah dari arah yang tidak terkira.
Tidak usah menunggu kaya raya untuk bersedekah kepada segenap makhluk, mulailah dengan menanam satu pohon, kemudian lanjutkan dan lanjutkan.
Mari berlomba menanam, mari berlomba bersedekah!
