Bernas.id – Guru, saat ini menjadi profesi yang banyak diidolakan. Pemerintah memberikan perhatian yang cukup besar. Melalui program peningkatan tunjangan guru maupun melalui jalur sertifikasi guru. Inilah yang kemudian mendongkrak minat calon mahasiswa untuk mengambil fakultas keguruan agar cita-cita menjadi guru menjadi mulus. Sangat berbeda dengan potret guru zaman old yang diibaratkan sebagi Umar Bakri, yang mengajar dengan menggunakan motor butut.
Mengajar, suatu kegiatan untuk mentransfer ilmu maupun nilai kepada orang lain dengan harapan yang Anda ajarkan akan diterapkan. Dengan program-program pengabdian yang di laksanakan berbagai LSM. Ada yang melakukan pendampingan untuk komunitas anak jalanan, komunitas anak pemulung, dan berbagai komunitas lainnya. Mereka yang bisa eksis disana dikarenakan merasa ada panggilan hati dari dalam hatinya.
Lihatlah pula para guru yang bertugas di daerah pedalaman. Dengan jarak tempuh yang jauh antara tempat tinggal dengan sekolahnya. Terkadang harus melewati sungai, bukit bahkan hutan. Akan tetapi karena merasa itu adalah panggilan hatinya, sang guru ini dengan riang akan menemui anak didiknya yang juga penuh dengan keterbatasan.
Di sisi lain banyak kejadian memprihatinkan terjadi di dunia pendidikan. Kasus guru yang hanya sekedar memenuhi jam mengajar sehingga kurang all out dalam membangun kedekatan sang guru dengan siswanya. Sehingga yang terjadi hanyalah sekedar transfer materi, tanpa adanya penanaman nilai dari suatu ilmu. Ada juga kisah guru yang jadi emosian terhadap siswanya, sehingga memberikan hukuman fisik terhadap siswa pun tidak segan dilakukan.
Belakangan Anda dapati kasus bullying terjadi bahkan di lingkungan Sekolah Dasar. Penanaman nilai yang tidak sampai kepada siswa ditambah pengaruh media yang sangat mudah diakses, membuat anak-anak nekat melakukan aksi menganiaya sesama temannya sendiri.
Wahai para guru, ingatlah beberapa hal ini agar profesi Anda tetap mulia.
1. Niatkan mengajarmu karena Allah SWT
Terus jaga niatan Anda mengajar adalah untuk menyampaikan dan mentransfer nilai kebaikan kepada anak didik. Dan perbaiki niatan ketika dalam perjalanannya ternyata ada niatan yang melenceng. Yakinlah jika dalam mengajar Anda dalam rangka mendapat ridha Allah SWT, insyaallah akan banyak keberkahan dalam kehidupan Anda.
2. Sabarlah dalam mengajar
Dalam mengajar dibutuhkan kesabaran ekstra, dengan beragam keunikaan dan keberagaman yang ada dalam anak didik Anda. Beda latar belakang, beda pola asuh, pola kemampuan ekonomi, sehingga guru dituntut untuk bisa sabar dalam menyampaikan materi ke setiap anak didik.
3. Kreatiflah dalam mengajar
Kreatifitas itu mahal. Terkadang untuk meningkatkan daya kreatifitas seorang guru harus melalui pelatihan maupun workshop berbayar yang mahal. Tapi Anda bisa kok tetap kreatif dengan harga ekonomis, banyak ide kreatif yang di share di media, tinggal pandai-pandai Anda mengelola dengan baik agar bisa diterapkan. Guru yang kreatif biasanya akan sangat disukai siswanya karena pembelajaran yang diberikan asyik. Dengan kreatifitas guru, maka siswa akan lebih mudah menerima materi dengan baik.
4. Mengajarlah dengan hati
Maksudnya libatkan hati Anda dalam mengajar. Karena akan berbeda hasilnya antara mengajar dengan hati dengan yang tidak. Seorang yang mengajar dengan hati, akan terpancar dari wajah guru yang tulus, penuh pengertian dan rasa sayang kepada siswa-siswanya. Ibaratnya dia menganggap siswa adalah anak kandung yang harus disayang dan diajari dengan sebaik-baikmya. Berbeda dengan guru yang tidak melibatkan hati, mengajarnya hanya akan sekadar menyampaikan bahan ajar dan tidak tercipta hubungan hati antara guru dan siswa. Yang terjadi siawa akan sulit menerima pelajaran dan guru akan mudah emosi dengan segala tingkah siswanya.
Wahai kalian para guru, kembali luruskan niatan dalam mengajar dan mengajarlah dengan hati. Itu yang utama. Perkara ada tunjangan tambahan atau pun sertifikasi yang nilainya menggiurkan, anggaplah itu adalah hadiah agar Anda terus menjaga profesi sebagai guru dengan baik. Semoga dengan ketulusan mengajar dan ditunjang dengan reward dari pemerintah yang sangat memadai, akan mudah mewujudkan generasi cerdas.
