Bernas.id ? Permainan tradisional merupakan permainan yang diperankan oleh anak kecil dan memiliki ciri khas tersendiri setiap daerahnya. Pada zaman dulu, anak-anak kecil akan memainkan berbagai macam dolanan tradisional di depan rumahnya bersama dengan teman-teman sebayanya. Permainan yang ditunggu-tunggu setiap pulang sekolah dan hari minggu ini menjadi salah satu hiburan bagi anak-anak di zamannya. Umumnya dolanan tradisional bersifat kebersamaan, dimainkan oleh banyak anak. Seperti dolanan dakon atau sluku-sluku bathok, bakiak, bahkan permainan seperti lompat tali.
Semakin berkembangnya zaman berakibat pada perkembangan dolanan tradisional. Anak-anak zaman sekarang sudah mulai tidak melirik bahkan tidak tahu tentang dolanan tradisional. Terabaikannya dolanan tradisional bukan tanpa alasan, melainkan karena banyaknya permainan yang lebih menarik dan simpel bisa dilakukan oleh perorangan. Namun, tahukah anda bahwa permainan tradisional bisa mengajarkan beberapa hal ini pada anak-anak?
Kerja sama
Pada umumnya permainan tradisional bersifat rombongan dan berkelompok. Permainan kelompok ini mengajarkan kerja sama pada anak-anak. Contoh: permainan bakiak dan benteng, dua permainan ini mengharuskan kerja sama antar pemainnya. Permainan benteng yang dilakukan secara berkelompok dengan kelompok besar sedangkan permainan bakiak yang membutuhkan kekompakan alunan kaki yang digerakkan secara bersamaan. Melalui permainan ini akan tumbuh rasa kerja sama antarpemainnya.
Kebersamaan
Karena pada dasarnya permainan tradisonal dilakukan secara berkelompok maka akan tumbuh rasa kebersamaan. Komunikasi yang dilakukan dengan teman sebayanya ketika memainkan permainan tradisional akan memupuk rasa kebersamaan dan kedekatan. Interaksi antarsesama anak akan menjadikan ikatan pertemanan semakin dekat.
Peka dan peduli
Permainan tradisioanal mengajarkan rasa peka dan peduli terhadap teman yang lainnya dapat dilihat seperti permainan petak umpet. Permainan ini menuntut agar anak bisa menemukan temannya dan mencari di mana temannya bersembunyi. Kepedulian dan kepekaan akan tumbuh ketika anak mencari temannya yang tengah bersembunyi. Kemudian, peka akan terlihat ketika anak tersebut mengerti karakter teman-temannya. Kebiasaan yang dilakukan oleh temannya. Misalkan temannya takut gelap dan sempit, otomatis tidak akan bersembunyi di tempat gelap dan sempit.
Kejujuran
Mengajarkan kejujuran pada anak bisa terlatih melalui permainan tradisional. Contohnya saat anak bermain gundu atau bermain dakon. Jumlah kelereng yang diambil akan teruji kejujurannya saat anak mendapat giliran bermain. Permainan dakon pun demikian, jumlah biji dakon yang diambil dan hitungan saat menjatuhkan jumlah bijinya hanya akan diketahui oleh si pemain. Oleh karena itu, melalui permaianan ini kejujuran anak akan teruji.
Permainan tradisional memang terlihat kuno dan sudah mulai tergeser oleh zaman, apalagi dengan hadirnya gadget yang menyediakan permainan dengan bermacam-macam tampilan dan jenisnya. Namun, permainan tradisional yang bersifat konvensional ini memilki banyak manfaat dalam pembentukan karakter anak. Jika melihat hal positifnya, jangan khawatirkan anak untuk bermain bersama teman-temannya.
