Bernas.id – Anda mungkin sudah tidak asing dengan istilah “Kids Zaman Now“, salah satu istilah yang viral di medsos. Entah persisnya bermula dari mana, tentunya yang dimaksud adalah anak-anak zaman sekarang dengan aneka trend dan gaya hidup yang sangat mencolok perbedaannya dengan anak-anak puluhan tahun silam. Sebut saja perbedaan mencolok itu antara lain: dari hobi, pola pertemanan, tutur kata, gaya belajar, hubungan dengan orang dewasa di sekitarnya dan masih banyak lagi yang tidak disebutkan di sini.
Sebenarnya tidak ada yang keliru dari perbedaan waktu yang menyebabkan perubahan mencolok dalam kehidupan manusia. Namun catatan pentingannya bahwa perubahan tersebut seharusnya membawa kepada taraf hidup yang jauh lebih beradab. Sebagaimana kehidupan yang dilalui nenek moyang kita dahulu, bermula dari jaman purbakala atau prasejarah berubah dengan proses yang panjang menjadi jaman sejarah yang mana pertanda babak meningkatnya intelektualitas manusia saat itu dan berpengaruh pada pola perilaku manusia di masanya.
Kenyataan hari ini seiring pesatnya teknologi ikut pula bersamanya krisis mental dan karakter. Sejatinya, orang dewasa ikut berkontribusi dalam memberikan pengaruh pada bentukan jati diri anak-anak. Anak sejatinya sebagai cerminan diri dari sejauhmana keteladanan dan keberhasilan kaum dewasa terkhusus para orang tua bergaul dengan mereka. Seberapa peduli orang dewasa di sekitar anak sejak mulai nampak benih kenakalan remaja, isyarat pergaulan bebas atau terpapar pornografi misalnya.
Bagaimana orang dewasa harus mengambil peran dalam mengawal pertumbuhan mereka sejak masa kanak-kanak yang penuh keluguan hingga mengenal dosa. Orang dewasa mempunyai kuasa untuk mengarahkan, mengajari dan menasehati mereka. Sebab saat itu anak masih memiliki ketergantungan dengan kaum dewasa, bukan hanya kepada orang tua, melainkan juga kepada kakak, paman, bibi ataupun kakek dan nenek.
Orang dewasa itu salah satunya anda. Meski bukan sebagai orang tua, namun sudah seharusnya mengambil peran mengawal pertumbuhan generasi, sebab nasib kita di masa datang adalah ditangan mereka anak-anak jaman ini. “Kids zaman now” sudah seharusnya kita siapkan untuk menjadi generasi pemimpin di masa depan, bukan menjadi hiburan bahkan cibiran. Sudahkah anda mengambil peran?
