Bernas.id – Surabaya darurat difteri. Beberapa media massa memberitakan banyaknya kasuus difteri terjadi di Surabaya. Penyakit ini menyerang anak usia dibawah 15 tahun. Sepanjang tahun 2017 hingga kini, tercatat 318 kasus difteri terjadi di wilayah Jawa Timur. Dalam kasus tersebut, 12 anak dinyatakan meninggal dunia. Difteri nyatanya bukan wabah penyakit sederhana. Waspadai lingkungan! Terutama saat musim hujan seperti ini. Beri pencegahan ekstra agar difteri mampu dikenali sehingga kejadian terburuk mampu ditekan lebih banyak lagi.
Lakukan langkah antisipasi sebagai bentuk pencegahan, yaitu dengan memberikan kekebalan tubuh secara maksimal. Kekebalan tubuh memang kadangkala menurun. Pastikan agar kekebalan si kecil tidak menurun demi kesehatannya. Lakukan vaksin DT untuk anak usia sekolah, DPT/HB untuk bayi ataupun TD untuk dewasa. Vaksin ini tersedia gratis di seluruh layanan kesehatan masyarakat.
Jaga stamina dengan memberikan vitamin yang dibutuhkan tubuh! Vitamin yang bisa didapat dari makanan bergizi, menjaga pola makan, bahkan dengan menambah multivitamin. Jangan lupa, periksa kesehatan secara berkala dan teratur!
Hindari kontak langsung dengan penderita difteri. Wabah ini menyebar lewat udara. Penyebaran yang sangat cepat sebab angin dengan mudah memindahkan virus ini. Maka, jika tetangga atau orang terdekat kita positif disteri, ada baiknya jauhkan dia dari jangkauan anak lain. Hal ini untuk mencegah wabah menjangkit lebih banyak korban lagi.
Penyakit yang diakibatkan corynebacterium diphtheria ini menginfeksi saluran pernafasan. Terutama bagian tonsil, nasofaring (bagian antara hidung dan faring atau tenggorokan) dan laring. Proses penularan akibat menghirup cairan dari mulut atau hidung orang yang terinfeksi, dari jari-jari atau handuk yang terkontaminasi, dan dari susu yang terkontaminasi penderita.
Bila merasakan keluhan sakit di daerah tenggorokan, di saat menelan, disarankan untuk segera periksakan ke unit layanan terdekat. Terutama jika disertai demam atau flu berkepanjangan. Gejala yang ditumbulkan, yaitu demam 38 derajat celcius, nyeri tenggorokan hingga sakit saat menelan makanan atau minuman, pusing, warna selaput mata putih keabu-abuan, dan bengkak pada leher. Sesegera mungkin datangi fasiitas kesehatan jika mengalami hal-hal tersebut. Sebab akibatnya juga luar biasa, pada kelumpuhan otot-otot tertentu sampai kerusakan jantung ataupun ginjal secara permanen/
