Bernas.id – Dunia entrepreneur akhir-akhir ini benar-benar berkembang pesat. Belakangan muncul organisasi maupun komunitas tempat berkumpul dan tumbuhnya entrepreneur. Seminar-seminar digelar baik untuk para pemula yang baru akan menjajaki dunia usaha, maupun untuk para mastah yang telah sekian lama berkecimpung di dunia entrepreneur. Sebelum berbicara panjang, ada baiknya Anda tengok pengertian entrepreneur.
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas wirausahawan (bahasa Inggris: entrepreneur) adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha yang dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun manajemen operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.
Kelebihan-kelebihan yang dimiliki seorang pelaku wirausaha, yaitu:
1. Kesempatan untuk mewujudkan cita-cita.
2. Kesempatan untuk menciptakan perubahan.
3. Untuk mencapai potensi penuh.
4. Untuk menuai keuntungan yang mengesankan.
5. Memberikan kontribusi kepada masyarakat dan mendapatkan pengakuan untuk usaha.
6. Dapat melakukan apa yang disukai dan bersenang-senang.
Selain banyaknya kelebihan, ada juga sisi kekurangan yang dimiliki, yakni:
1. Ketidakpastian pendapatan, mendirikan dan menjalankan bisnis tidak memberikan jaminan akan mendapatkan cukup uang untuk bertahan hidup.
2. Risiko kehilangan seluruh investasi, tingkat kegagalan bisnis kecil relatif tinggi.
3. Jam kerja yang panjang dan bekerja keras, Dun & Survey bradsheet melakukan survei, 65% dari wirausahawan mencurahkan waktunya 40 jam atau lebih setiap minggunya untuk perusahaan mereka.
4. Kualitas hidup lebih rendah sampai bisnis didirikan.
5. Tanggung jawab kompleks, banyak pengusaha diharuskan untuk membuat keputusan mengenai isu-isu di luar bidang ilmu.
6. Jika tidak tangguh, maka putus asa, sangat membutuhkan dedikasi, disiplin, dan keuletan untuk mengatasinya.
Belakangan pemerintah juga membuka kran yang seluas-luasnya bagi pelaku usaha untuk mengembangkan dunia usahanya. Bahkan untuk usaha mikro dan UKM banyak fasilitas-fasilitas yang di berikan oleh pemerintah maupun swasta, baik berupa pelatihan maupun bantuan modal.
Menteri Koperasi dan UKM (Menkop) Puspayoga mengatakan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) adalah gerakan yang tumbuh dari bawah, sehingga memiliki fondasi yang kuat untuk berkembang. Hal itu yang antara lain membuat ratio wirausaha Indonesia meningkat menjadi 3,1 persen.
?Yang pada 2013/2014 lalu masih 1,67 persen kini, berdasarkan data BPS sudah naik menjadi 3,1 persen,? kata Puspayoga dalam acara Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) 2017 dan penyerahan penghargaan para pemenang Wirausaha Muda Mandiri 2016, di Bogor, Sabtu (11/3/2017).
Menkop Puspayoga menjelaskan, berdasarkan data BPS 2016 dengan jumlah penduduk 252 juta, jumlah wirausaha non pertanian yang menetap mencapai 7,8 juta orang atau 3,1 persen. Dengan demikian tingkat kewirausahaan Indonesia telah melampaui 2 persen dari populasi penduduk, sebagai syarat minimal suatu masyarakat akan sejahtera (sumber Obsession News).
Sudah selayaknya, Anda sebagai pelaku usaha memanfaatkan kesempatan emas ini. Gali minat dan potensi sisi usaha apa yang akan Anda geluti kemudian realisasikan tahapannya dengan kesungguhan. Karena tidak jarang, ada sebagian orang yang hanya memanfaatkan tren, kemudian ikut-ikutan membangun bisnis tetapi tidak diikuti ilmu dan kecakapan pengelolaan yang memadai. Tidak jarang orang membuat usaha dengan mengusung tagline yang bagus, akan tetapi tidak diimbangi dengan pribadinya yang bagus. Apa yang terjadi? Ya, usaha yang dibangunnya tidak ter-manage dengan baik dan berakhir tragis.
Masih hangat dalam ingatan Anda kasus sebuah biro perjalanan haji dan umroh, perusahaan apik milik anak muda yang sudah luar biasa besarnya. Semuanya kandas hanya dikarenakan pribadi-pribadi pengelolanya yang berkhianat. Uang jamaah yang seharusnya dipertanggungjawabkan kandas karena nafsu dunianya yang mendominasi. Ini semua karena pengelola berkhianat terhadap amanah para customer-nya. Akhirnya yang menjadi korban masalah mereka yang tidak paham, yang terlalu percaya karena nama perusahaan di luar sana yang membikin customer terpukau.
So, selaku pelaku usaha, jadilah pengusaha yang beriman. Yang selalu mengedepankan adab bermuamalah. Yang selalu takut berbuat khianat, karena khianat kepada customer membuat Anda akan mendapat murka Allah SWT dan menjauhkan Anda dari customer dan calon customer. Karena kunci dari menjalankan bisnis adalah kepercayaan. Kepercayaan ini sangat mahal, sekali kepercayaan Anda ternodai, maka bisa menghancurkan nama Anda dan bisnis Anda. Karena Anda menjadi pengusaha bukan perkara untung rugi, tapi lebih pada akhirat muaranya. So be amanah entrepreneur, agar bisa menjadi pengusaha muslim yang bisa membangkitkan perekonomian negeri ini.
