Bernas.Id – Telah kita ketahui bersama bahwa Indonesia adalah Negara yang beriklim tropis, dengan dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Peralihan antara dua musim tersebut dikenal dengan istilah pancaroba. Pancaroba terjadi dua kali dalam setahun yaitu pancaroba antara musim penghujan dan musim kemarau yang biasa terjadi pada bulan Maret hingga April, dan pancaroba antara musim kemarau dan musim penghujan yang biasa terjadi pada bulan Oktober hingga Desember.
Masa pancaroba biasanya ditandai dengan frekuensi badai yang tinggi, turunnya hujan yang sangat deras disertai dengan guruh dan angin yang sangat kencang serta tidak terartur. Juga hujan yang datang secara tiba-tiba dalam waktu singkat, puting beliung, serta udara yang terasa sangat panas.
Saat musim pancaroba, cuaca yang berubah akan mengubah tekanan udara, suhu, serta kompetensi udara yang akan menciptakan kondisi yang sesuai untuk berkembangnya kuman dan virus di sekitar kita. Tanpa disadari, cuaca yang tak menentu pada musim pancaroba membuat daya tahan tubuh menerun sehingga rentan terhadap berbagai jenis penyakit salah satunya adalah flu, asma dan sakit kepala.
1. Flu
Flu terjadi akibat penurunan suhu dapat menyebabkan virus penyebab flu dapat berkembang dengan cepat. Selain itu pada suhu dingin menyebabkan perubahan pada sistem imun. Sehingga molekul-molekul dalam tubuh kurang sensitif pada saat suhu dingin dan pengaruh suhu juga menghambat kerja protein khusus yang berfungsi untuk mematikan gen. Sehingga bagi mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah rentan terserang penyakit ini. Yang paling sering dialami adalah batuk, pilek dan panas dalam dan rasa sakit pada tenggorokan yang menyebabkan sulit menelan.
2. Asma
Asma dapat terjadi disebabkan karena peradangan saluran udara akibat suhu udara di sekitar rendah, sehingga udara dingin yang masuk ke saluran udara juga menjadi lebih dingin. Dan serangan asma juga dapa terjadi akibat pertukaran udara yang sangat cepat, membuat udara tidak dapat dihangatkan terlebih dahulu pada saat beraktivitas di luar ruangan.
3. Sakit Kepala
Perubahan cuaca juga dapat memicu terjadinya sakit kepala karena terjadi ketidakstabilan komponen kimiawi dalam otak akibat cuaca dingin yang ekstrim atau sinar matahari yang terlalu panas. Sakit kepala juga dapat terjadi akibat pembuluh darah yang menyempit, sehingga menghambat suplai darah yang menuju ke otak, akibat cuaca yang terlalu dingin.
Saat musim pancaroba yang harus dilakukan adalah meningkatkan daya tahan tubuh dengan menambah asupan cairan, mineral serta vitamin dalam tubuh untuk menghindari kemungkinan terserangnya beberapa penyakit.
