Bernas.id – Dalam keseharian, kita tidak bisa terlepas dari orang lain. Untuk itulah kita perlu menjalin pertemanan. Sudah seberapa banyak teman Anda? Banyak sekali tentunya. Terkadang dalam menyeleksi pertemanan akan melewati proses yang cukup panjang. Dari sekian banyak teman kita akan ketahuan bagaimana karakter aslinya, sifatnya dan bagaimana sikap dia terhadap kita. Terkadang pertemanan akan terciderai ketika terjadinya pelanggaran komitmen satu dengan yang lain, baik komitmen terhadap sebuah janji maupun komitmen lainnya. Seperti contoh kisah berikut.
Sebut saja namanya Tam, yang menghubungi sahabatnya Mamat saat membutuhkan bantuan . Tidak ada curiga atau apa karena melihat kesungguhan dari Tam, akhirnya Mamat menggelontorkan tabungannya untuk dipakai dan berjanji akan dikembalikan tahun depan. Mamat kemudian mengurus legal formal di depan pengacara, karena dana tabungan itu sedianya akan dipergunakan untuk pelunasan biaya haji karena tahun depan akan berangkat.
Setelah sekian lama, Tam menjadi orang yang susah untuk dihubungi. Setiap di telepon tidak diangkatnya, dikirim sms maupun di Whatsaap pun tidak pernah dibalasnya. Belakangan berdasar info dari teman pengacaranya, Mamat mendapat cerita bahwa ada teman lainnya yang akhirnya hutangnya dibayar Tam setelah membawa preman untuk menyatroni rumahnya. Tam benar-benar kecewa, ternyata si Tam ini punya kebiasaan berhutang, jadi kerjaannya buka lubang dan tutup lubang.
Akhirnya dengan bantuan pengacara, Mamat dibantu untuk bertemu dengan Tam. Mereka bertemu untuk mempertegas kapan hutang akan dibayarkan karena sudah lewat beberapa tahun. Saat mediasi itu, akhirnya Tam menyodorkan selembar cek. Lega Mamat melihat niat baiknya. Tapi apa yang terjadi keesokan harinya saat Mamat akan mencairkan cek dari Tam? Lemas sekali Mamat, ternyata cek itu cek kosong.
Bagaimana jika kita dalam posisi Mamat? Pertemanan yang awalnya baik ini, akhirnya harus berakhir dengan ketidakpercayaan karena Tam yang selalu berkhianat dan berkelit dengan janji-janji yang dibuatnya sendiri. Mungkin Mamat akan bisa memahami jika Tam benar-benar kesulitan. Tetapi terlihat Tam tetap hidup dalam kemewahan. Tam ini sampai menangis dengan sikap sahabatnya, disatu sisi punya hutang tapi disisi lain hidupnya masih penuh gaya.
Ya, persahabatan Tam dan Mamat ini terciderai karena kebaikan dan kepercayaan Mamat dengan Tam, tidak diimbangi dengan sikap amanah dari Tam. Tapi malah berakhir dengan pengkhianatan sebuah janji.
Ingatkah Anda tentang 3 tanda yang menyebabkan seseorang tergolong kaum munafik? Yaitu ketika berbicara bohong, ketika berjanji tidak menepati dan ketika diberikan amanah dia khianat. Dalam kita berinteraksi dalam keseharian dengan orang lain, kita memang tidak terlepas dari kegiatan berbicara maupun berjanji. Hati-hatilah saat membuat janji, karena berawal janji akan memberikan efek yang luar biasa. Janji yang terucap tidak sekedar janji kita kepada seseorang di mana kita mengucapkannya, tapi janji itu menyangkut janji kita kepada Allah SWT.
Khianat terhadap janji bisa juga membuat tidak mendapatkan keberkahan dari kehidupan kita. Yakinlah bahwa kezaliman itu akan terbalas. Jika kita zalim kepada orang lain, maka Allah SWT lah yang akan membalas dengan balasan yang setimpal. Setiap janji yang kau ucapkan dan amanah yang tidak kau laksanakan sesungguhnya akan dimintai pertanggungjawaban. Marilah menjadi pribadi yang baik, yang selalu jujur, menepati janji dan melaksanakan segala amanah kita dengan baik.
