Bernas.id – Beberapa hari terakhir, daerah pulau Jawa bagian barat sempat dihebohkan dengan adanya gempa yang terjadi selama beberapa kali. Gempa yang berasal dari Barat Daya Lebak-Banten tersebut menjalar hingga ke berbagai daerah lainnya, seperti wilayah DKI Jakarta.
Gempa yang paling terasa goncangannya adalah yang terjadi pada hari Selasa, tanggal 23 Januari 2018 lalu, yakni berskala 6.4 SR. Meskipun hanya terjadi selama kurang lebih 2 menit, namun gempa tersebut membuat hampir seluruh warga panik, salah satunya yang terlihat di kawasan perkantoran di ibukota. Pasalnya, semakin tinggi bangunan gedung, maka akan semakin terasa gocangan gempa tersebut.
Namun ditengah kepanikan tersebut, ada hal yang cukup menggelitik untuk disaksikan, yaitu banyak karyawati yang tidak lupa membawa gawai serta tas pribadi mereka saat melakukan evakuasi keluar gedung.
Tidak seperti beberapa karyawan laki-laki yang berlarian dengan tangan kosong, beberapa ibu-ibu di sejumlah tempat terlihat memeluk tas beserta gawai yang tergenggam erat di tangan mereka masing-masing.
Saat dimintai keterangan perihal terjadinya gempa, mereka mengaku sangat kaget dan panik. Ketika mereka merasakan adanya goncangan, spontan mereka langsung menggenggam gawai dan membawa serta tas mereka sebelum melarikan diri.
Meskipun lazimnya, saat dalam keadan darurat orang-orang hanya akan memikirkan keselamatan masing-masing, namun mereka beralasan bahwa gawai dan tas adalah hal yang paling dibutuhkan jika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan. Gawai dibutuhkan untuk bertukar kabar dengan keluarga mereka, sedangkan di dalam tas terdapat kartu identitas, kartu ATM, dan banyak hal lainnya yang kemungkinan besar akan sangat mereka butuhkan.
