Bernas.id – Hari inspirasi tiba. Tempat tinggal yang berada di sekitaran rumah adat Barung Birak berlokasi dekat dengan sekolah, pukul 07.00 WIT relawan telah sampai di tempat mereka akan mengajar dengan komando Kak Anjas. Beberapa siswa sudah ada yang datang duluan begitu pun dengan gurunya. Hari ini relawan akan mengajar menggantikan para guru dan relawan sudah berbagi tugas untuk mengoptimalkannya. Satu hari yang diharapkan dapat memberikan dampak buat anak-anak di ujung Lombok Utara. Sehari berbagi seumur hidup menginspirasi, itulah tekad relawan.
Di sekolah yang luasnya 2647 meter persegi ini, relawan mengumpulkan anak-anak didik untuk memulai kelas inspirasi. Ada 7 kelas rombongan belajar dari kelas 1 sampai kelas 6. Total siswa yang ada di sekolah ini adalah 171 orang dan pengajarnya 14 orang. Rata-rata profesi orang tua wali adalah sebagai petani dan nelayan.
Kegiatan kelas inspirasi kali ini, diawali dengan pembukaan Hari Inspirasi oleh Kepala Sekolah Bapak Zaenal Abidin, S.Pd., dilanjutkan senam bersama dari para Relawan Pengajar. Tampak sekali semangat dan kegembiraan menghiasi wajah anak didik. Acara pembukaan ini tentu saja sebagai pemantik semangat untuk para siswa sebelum memasuki kelas.
Saat relawan masuk kelas, sistem yang diterapkan adalah mobile class. Para siswa akan berpindah kelas dari satu kelas ke kelas lainnya, sesuai kelas profesi yang sudah relawan tetapkan. Hal ini agar lebih efektif dalam pengaturan waktu dan juga properti serta alat bantu relawan pengajar tidak harus bongkar pasang dengan porsi waktu 45 menit di tiap kelasnya. Memang cukup singkat, tapi diharapkan dengan waktu yang ada dapat memberikan inspirasi serta membangkitkan semangat siswa untuk meraih masa depannya.
Tim relawan bekerja sesuai fungsinya masing-masing, relawan pengajar fokus pada siswa di kelasnya, panitia tanpa henti sibuk mengatur waktu untuk para relawan pengajar, serta tak kalah sibuknya dokumentator yang bekerja mengabadikan momen-momen kegiatan Inspirasi. Walau demikian, sehari mengajar ini sedikitpun tidak membuat relawan merasa lelah. Tawa dan antusias siswa adalah pemicu energi relawan. Sampai relawan pun tidak merasa jam pelajaran sudah selesai, dengan berat hati relawan harus mengakhiri kelas Inspirasi ini.
Dalam sesi penutupan, seperti biasanya para siswa akan menuliskan cita-cita mereka. Sebagai sarananya Kak Ratri, salah satu relawan yang berhalangan hadir, sudah menyiapkan kartu pos cita-cita yang akan ditulis oleh siswa. Kartu pos ini akan diberikan oleh siswa kepada orang tuanya. relawan berharap agar cita-cita besar anak didik ini mendapatkan support dari orang tua mereka dan suatu saat kelak mereka akan menjadi apa yang mereka pikirkan saat ini. Bercita-citalah setinggi langit anakku, dan pastikan kakimu tetap menapak di bumi. Sehingga mimpi itu akan menjadi nyata.
Ada saatnya bertemu dan pastinya relawan juga harus kembali sementara waktu untuk melanjutkan bekerja sesuai profesi. Walaupun Hari Inspirasi sudah berakhir di SDN 2 Sambik Elen, tentu saja inspirasi relawan dan para siswa tidak berhenti sampai di sini. Semangat menginspirasi harus tetap terpatri di dalam hati untuk negeri ini. Setiap mengikuti kegiatan ini, pastinya relawan mendapatkan banyak inspirasi dari siswa-siswa dan penduduk sekitar. Begitu tingginya antusiasme mereka, begitu berkobarnya semangat mereka dalam menempuh pendidikan dan begitu ramahnya masyarakat menyambut relawan. Tiada kata yang pantas dan patut terucap, selain terima kasih yang tak berhingga kepada masyarakat Lombok Utara. Kobarkan terus semangat meraih mimpi, teruslah Belajar Bersama Masyarakat Adat!
