Bernas.id – Sontak publik dibuat shock dengan pernyataan ketua MPR baru-baru ini sebagaimana dilansir dalam pemberitaan tribbunnews.com perihal dukungan 5 fraksi terhadap upaya legalisasi LGBT di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan ketua MPR Zulkifl Hasan dalam acara mahasiswa di sebuah kampus di Kota Surabaya. Demikian miriskah nalar para wakil rakyat di negeri ini? harapan kita tentunya bahwa apa yang dinyatakan Zulkifli Hasan itu bukanlah benar-benar sebuah kenyataan. Kita sebagai masyarakat yang berketuhanan di negeri ini memiliki pedoman yang jelas bagaimana menyikapi perilaku seksual yang menyimpang.
Ibarat tak ada asap jika tak ada api, tentunya bukan sebuah pepesan kosong jika seorang ketua MPR berani menyatakan hal tersebut di hadapan publik. Paling tidak bagi beliau telah ada gelagat dukungan terhadap LGBT yang diindikasikan oleh 5 fraksi yang beliau maksud jika memang belum secara zahir menyatakan sikap di depan publik. Entahlah hanya mereka para anggota majelis “terhormat” yang tahu kapasitas kehormatan satu sama lain di kalangan mereka.
Gayung bersambut, pernyataan Zulkifli Hasan telah direspon oleh wakil ketua badan legislasi DPR. Firman Subagyo mencoba menepis statement Ketua MPR sebelumnya. Menurut Firman, bahwa pembahasan legalisasi LGBT Indonesia tersebut belum pernah dibahas untuk menjadi RUU. Namun, saat yang sama Firman membenarkan bahwa memang ada desakan dari sejumlah LSM/NGO yang pernah melakukan audiensi ke badan legislasi DPR.
Sejenak melawan lupa dalam kaitannya dengan isu Fraksi LGBT tersebut, pada 12 Februari 2016 beberapa media di Indonesia melansir berita tentang badan PBB UNDP. Bahwa badan ini mensponsori komunitas lesbian, gay, biseksual, transgender dan interseks (LGBTI) dan menggelontorkan dana sebesar US$8juta (sekitar Rp108 miliar) dengan fokus ke empat negara:Indonesia, China, Filipina dan Thailand. Bisa dibayangkan jika 5 fraksi pendukung LGBT ini riil adanya. Menunjukkan suksesnya lobi-lobi sejumlah LSM/NGO yang melakukan audiensi ke badan legislatif DPR tempo hari.
Namun demikian, masih tersisa harapan dengan sebuah jaminan yang telah disampaikn oleh ketua DPR RI Bambang Soesatyo bahwa dia akan mempertaruhkan jabatannya untuk mencegah terwujudnya legalisasi LGBT di Indonesia. Jika benar topik LGBT ini belum dibahas di badan legislasi DPR, mungkinkah kita masih bisa menaruh harap pada mereka wakil rakyat yang terhormat untuk menjaga kelestarian generasi umat manusia di masa depan? Entahlah hanya mereka yang bisa menjawabnya.