Bernas.id – Dunia yang semakin berkembang dan kemajuan teknologi yang pesat membawa beberapa perubahan bagi kehidupan manusia. Di zaman yang serba online ini, semua bisa diakses hanya bermodalkan smartphone saja.
Dari dulu hingga sekarang, transportasi pun sudah mengalami banyak perkembangan. Sekarang, transportasi sudah berbasis online dan mudah untuk diakses. Berbeda dengan zaman dahulu, transportasi masih jadul dan belum banyak orang yang memiliki kendaraan pribadi. Mari bernostalgia yuk, mengenang transportasi zaman dulu apa saja yang pernah menghiasi jalanan di Indonesia?
1. Becak
Hingga saat ini, walaupun sangat jarang, keberadaan becak masih bisa ditemui. Becak adalah transportasi umum yang masih ada hingga sekarang. Kendaraan hasil modifikasi sepeda ini pernah eksis di Jakarta, namun pada 1980-an keberadaannya dikurangi karena dianggap eksploitasi manusia oleh manusia.
2. Bemo
Bemo adalah singkatan dari becak motor. Transportasi besutan Jepang ini bisa mengangkut 5-6 penumpang, menggantikan becak yang hanya bisa mengangkut 2 orang saja. Kendaraan ini eksis dari tahun 1960-an sebelum tergantikan oleh kepopuleran angkot di awal 1980.
3. Kereta kuda
Sejak zaman kerajaan transportasi darat ini sudah digunakan. Menggunakan tenaga kuda, dokar atau yang dikenal dengan kereta kuda ini pernah menjadi alat transportasi sebelum adanya transportasi berbasis mesin. Di awal 1900-an, kereta kuda sudah digunakan oleh masyarakat di pelosok Jawa. Selain dikenal dengan nama dokar, kereta kuda juga biasa disebut delman atau andong.
4. Kereta uap
Kereta jadul ini digerakkan dengan uap air yang dihasilkan dari ketel uap hasil pembakaran kayu bakar, minyak bakar, maupun batu bara. Mulai dibangun pada tahun 1867 di Semarang, kereta ini dibangun untuk melayani kebutuhan akan pengiriman hasil bumi oleh Pemerintah Belanda.
5. Trem
Awalnya, trem dioperasikan menggunakan tenaga kuda saat awal digunakan tahun 1910 oleh pemerintah Belanda. Namun karena banyaknya kotoran kuda di sepanjang jalan, pemerintah akhirnya mengganti trem dari tenaga kuda ke tenaga listrik. Trem dihapuskan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1960-an karena dianggap tidak cocok lagi dengan kota besar seperti Jakarta.
6. Bis tingkat
Bis tingkat memiliki banyak efisiensi tersendiri, selain hemat tempat bus ini cocok digunakan untuk pariwisata. Sensasi yang berbeda saat menaiki bus ini mengakibatkan alat transportasi ini memiliki penggemarnya tersendiri. Meski sekarang telah dihapuskan, namun beberapa kota seperti Malang dan Solo masih mengoperasikan bus ini untuk sarana wisata.
Pesatnya perkembangan teknologi yang semakin membantu kehidupan umat manusia ini patutnya disyukuri. Selain itu, tak ada salahnya kita mengenang masa-masa tempo dulu yang sekarang sudah tidak bisa kita rasakan lagi.
