Bernas.id-Surabaya. Menikah. Satu kata baper yang pasti diterjemahkan lain bagi setiap manusia terutama bagi perempuan dan laki-laki. Perbedaan genre juga berpeda dalam pola pikir serta definisi niat itu sendiri. Bagi wanita, mungkin menikah harus dilaksanakan secepatnya jika umur telah mencukupi. Ini juga berhubungan dengan kesehatan rahim perempuan itu sendiri. Namun bagaimana dengan laki-laki? Kaum adam ini terkadang lebih menganggap enteng permasalah satu ini. Permasalahan yang seringkali mengulurkan waktu pernikahan, apa saja itu
1. Gak bisa ?Klik?
Alasan utama para Adam ini menjomblo adalah rasa nyaman. Jika dirasa belum ada kecocokan satu sama lain, Laki-laki lebih memilih sendiri dibanding mengambil keraguan. Seringkali dalam beberapa kasus, pihak laki-laki sudah merasa sangat pas, hanya saja kebalikan dari sang perempuan. Ibarat kata sesepuh jaman dulu, ?Laki-laki itu menang milih, perempuan itu menang nolak.? Perlu perjuangan juga untuk mencocokkan dua hal bersebrangan ini.
Sebelum melangkah lebih jauh, temukan kriteria pasangan yang hendak kita dekati. Sehingga mampu terhindar dari kisah cinta bertepuk sebelah tangan.
2. Fobia hubungan
Hal paling mendasari keberanian laki-laki adalah trauma. Mereka yang belum pernah mengalami patah hati, bisa saja tidak pernah merasakan fobia. Mereka yang pernah mengalami kegagalan kadangkala enggan memulai hubungan. Walaupun, tidak semua kegagalan berujung pada fobia. Laki-laki yang terlau mencintai pasangannya akan mengalami fase traumatis hebat dalam hidupnya. Traumatis tersebut kadang mengalah pada fobia. Perlu perjuangan terlebih waktu yang cukup untuk menghapus kekhawatiran ini secara perlahan. Namun tidak ada cara paling efektif selain menemukan sosok wanita yang mampu menghapus trauma tersebut.
3. Restu
Menjadi titik klimaks dalam suatu hubungan adalah saat mencari restu. Bukan jadi hal sederhana sebenarnya, terlebih dalam hubungan keluarga yang cukup rumit dalam mendapat restu. Laki-laki yang tangguh justru akan menangguhkan hari pernikahan mereka demi restu kedua keluarga. Ini juga sebagai penyebab mundurnya hari pernikahan. Tak jarang, beberapa pasangan bahkan menghabiskan bertahun-tahun untuk mendapat restu kedua keluarga. Perjuangan dan bukti tentu diperlukan disertai saling percaya juga kesetiaan.
