Bernas.id – Menulis bagi sebagian orang sulit, ada yang mengatakan bahwa sulit mencari ide dan inspirasi, sulit memulai, dan masih banyak alasan yang lain. Ada yang bilang pula bahwa menulis itu seperti sesuatu yang tidak mungkin dilakukan, itulah anggapan bagi sebagian orang.
Tapi kalau dilihat sekarang, orang dengan mudahnya menulis sesuatu di media sosial. Tulisan juga beragam, baik dari hal biasa sampai luar biasa, kadang hanya status remeh temeh, bahkan sesuatu yang sangat berharga, jadi sekarang menulis itu sangat mudah.
Baca juga: Pengertian Interpretasi, Tujuan, dan Macam-macamnya
Sesungguhnya menulis itu apa? Itu pertanyaan yang sering muncul. Banyak analogi yang bisa kita gunakan. Ada yang bilang menulis itu ibarat bertutur atau bercerita. Menulis ibarat kita bertutur kepada pembaca. Menyalurkan ide penulis kepada pembaca dengan gaya bertutur, Runtut dari awal hingga akhir. Selain itu, juga dengan bahasa yang mudah dan umum, kadang dengan percakapan atau dengan alur cerita.
Ada yang bilang menulis itu bagai simfoni dalam orkestra. Nada itu kata yang ditulis. Bait itu ide dan tema tulisan. Alur yang dibuat agar pembaca larut dalam tulisan. Kadang dibuat naik kadang turun. Harmonisasi inilah yang membedakan penulis satu dengan yang lain. Semakin menarik tulisan, maka semakin banyak pembaca yang terkesima, seperti halnya komposisi lagu. Adapun manfaat dari menulis, antara lain:
1. Menulis untuk bahan penjuangan
Menulis juga jadi senjata, kritik dan saran itu akan lebih menarik kalau kita tulis. Ada nuansa indah dalam tulisan. Zaman dulu, tulisan selalu menjadi alat komunikasi efektif dalam perjuangan. Mereka berlomba-lomba dalam menulis sebagai alat perjuangan. Tulisan yang memberi semangat dan inspirasi dalam berjuang. Setiap kata dan kalimat akan menjadi bahan bakar perjuangan.
Baca juga: 18 Jenis Konjungsi, Pengertian, dan Contoh Kalimat Terlengkap
2. Menulis untuk terapi
Kalau zaman sekarang menulis bisa juga sebagai terapi. Masih ingat novel Habibie & Ainun? Novel itu hadir dari tulisan Pak Habibie. Beliau adalah guru bangsa, sekaligus presiden RI yang ke-3. Novel itu laris manis, bahkan bisa masuk layar lebar. Terapi menulis ini terbukti memberi pengaruh pada Pak Habibie. Dengan menulis semua kenangan dan cerita beliau bisa tersampaikan. Akhirnya memberi semangat baru pada beliau. Sungguh menulis bisa memberi harapan baru.
Menulis yang jujur dari hati akan memberi dampak langsung pada pembaca. Tulislah dengan hati yang ikhlas. Jangan takut untuk berbuat baik. Seandainya tulisan masih biasa saja tak masalah. Ingat kembali apa motivasi menulis. Dengan menulis, juga bisa menjadikan kita lebih dekat dengan Sang Pencipta. Semakin dekat, maka karya kita akan masuk sebagai amal yang akan menolong kita di akhirat nanti. Amiiin.
Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku
Berkaryalah, maka kau akan hidup selamanya!
