Bernas.id – BAZIZ atau Badan Amil Zakat DKI Jakarta, dilansir dari www.bazizjakarta.id, merupakan organisasi bentukan pemerintah yang berdiri secara resmi pada tahun 1968 sejak dikeluarkannya Surat Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta (ketika itu dijabat oleh Ali Sadikin) No. Cb. 14/8/18/68 tertanggal 5 Desember 1968 Tentang Pembentukan Badan Amil Zakat, berdasarkan syariat Islam dalam wilayah DKI Jakarta.
Organisasi ini memiliki peran untuk mengelola zakat, infak dan sedekah secara resmi agar dapat meningkatkan hasil dan daya guna, dengan melakukan berbagai program kerja sesuai dengan visi dan misinya.
Kegiatan yang dilakukan diantaranya adalah pemberdayaan masyarakat, salah satunya yang diperuntukkan bagi para ibu rumah tangga (IRT). Pada tingkat walikota Jakarta Utara, para IRT tersebut dibagi dalam beberapa kelompok berdasarkan kecamatan. Setiap kecamatan, mereka melakukan kegiatan produksi sebuah minuman sehat, yaitu Yoghurt.
Seperti yang terlihat di salah satu rumah warga yang berada di kawasan Cilincing, Jakarta Utara. Di sela-sela aktifitasnya, mereka menyempatkan waktu untuk melakukan kegiatan produksi Yoghurt, yang kemudian akan mereka pasarkan dengan bantuan beberapa pihak lainnya.
Tidak hanya memberikan bantuan secara finansial, BAZIZ DKI Jakarta juga memberikan pelatihan untuk proses pembuatan Yoghurt dari awal hingga akhir, bahkan mendatangkan tenaga pengajar yang kompeten untuk membantu pelatihan tersebut.
Tidak sampai disitu, BAZIZ DKI Jakarta juga memberikan pelatihan manajemen keuangan kepada mereka. Hal tersebut dirasa cukup penting, agar para IRT memiliki kemampuan dalam mengelola dan mengembangkan usahanya.
Setelah beberapa bulan kegiatan tersebut berlangsung, terlihat peningkatan yang cukup signifikan, baik dari segi produksi, maupun dari segi pendapatan. Mereka mengaku penjualannya semakin meningkat. Namun, karena masih tahap awal produksi, laba yang dihasilkan belum dapat mereka nikmati seutuhnya. Hal itu lantaran keuntungan tersebut mereka gunakan untuk mengembangkan usaha mereka, seperti menambah peralatan dan segala hal yang diperlukan, sehingga dapat meningkatkan produksi mereka kedepan.
Kegiatan pemberdayaan IRT tersebut diharapkan dapat meingkatkan pendapatan bagi keluarga mereka, yang umumnya berasal dari kelas menengah kebawah, sehingga bisa berdampak pada kenaikan perekonomian rakyat, khususnya di DKI Jakarta.
Nantinya, setelah usaha rumahan tersebut sudah mencapai target yang diharapkan, maka 2,5% laba yang dihasilkan akan diberikan kepada BAZIZ DKI Jakarta untuk dikelola kembali pada kegiatan lainnya.
