Bernas.id – Sedang menyusun buku dan segera diusulkan ke penerbit? Tentu membutuhkan beberapa komponen sebagai pengantar naskah utama. Yaitu, simpulan isi buku, biodata penulis, dan endorsmen. Terkadang penulis pemula merasa kebingungan membedakan ketiganya. Bahkan beberapa penulis pemula masih diragukan dengan isi biodata seharusnya.
Baca juga: Mengenal Teks Berita, Ciri-ciri, Jenis, dan Contoh Penulisannya
Menulis biodata penulis, sebaiknya menggunakan sudut pandang orang ketiga, misalkan ‘dia’, ‘beliau’, ataupun menyebutkan nama. Tiga langkah mudah ini, bolehlah ditiru kamu yang ingin menyusun biodata untuk pengajuan naskahnya.
1. Buka biodata penulismu dengan pengantar yang berisi tentang “Siapakah Anda”. Yaitu mengenai nama, tempat lahir dan sejenisnya, juga anak dari siapa. Hal ini memberikan perkenalan yang masuk sasaran;
2. Pada paragraf selanjutnya, tulislah mengenai riwayat pendidikan. Hanya riwayat pendidikan saja, meliputi sekolah awal hingga terakhir;
3. Paragraf selanjutnya, berikan penjelasan mengenai prestasi yang pernah dicapai sebelumnya. Jika belum memiliki prestasi, bisa diisi dengan judul buku atau naskah yang pernah dicetak ataupun dimenangkan dalam lomba.
Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Teks Persuasif Sesuai Jenis dan Strukturnya?
Sedangkan sinopsis yang dituliskan, berisi hanya isi inti naskah yang dituliskan. Tentu, harus menunjukkan segala hal positif. Baik dari segi bahasa, cara penyampaian, maupun kelengkapan isi. Hal ini sangat membantu penerbit untuk menentukan butuh atau tidaknya naskah tersebut untuk diterbitkan.
Tidak jauh berbeda dengan endorsmen. Yaitu semacam pengantar atau rekomendasi terbit dari penulis senior atau orang berkedudukan tentang kebutuhan naskah tersebut di lingkungannya.
Baca juga:
