Bernas.id – Berpendidikan tinggi adalah hak setiap orang, tak terkecuali bagi para perempuan. Tidak seperti dulu, di mana pendidikan tinggi hanya diperuntukkan bagi para laki-laki. Hal itu dapat kita ketahui dari perjuangan Raden Adjeng Kartini atau yang biasa dikenal dengan sebutan R. A. Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita.
R. A. Kartini merupakan salah satu pahlawan nasional Indonesia sebagai pelopor dari kebangkitan perempuan. Hal itu dapat dilihat dari bagaimana Beliau memperjuangkan emansipasi wanita agar para wanita memperoleh haknya, yaitu pendidikan. Hingga akhirnya kisah perjuangan Beliau tercatat dalam buku ?Habis Gelap, Terbitlah Terang?, dimana kisah Beliau diambil dari kumpulan surat yang Beliau tulis sebelum wafat. Selain itu, setiap tanggal 21 April diperingati sebagai hari Kartini untuk mengingatkan kembali bangsa Indonesia akan perjuangan Beliau.
Untuk zaman sekarang ini, sudah tidak ada alasan lagi, bahwa perempuan tidak boleh berpendidikan tinggi karena sekarang, perempuan memiliki banyak kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi. Namun, tahukah Anda mengapa perempuan harus berpendidikan tinggi? Berikut ini adalah tujuan perempuan berpendidikan tinggi menurut psikolog sekaligus penulis, Sinta Yudisia, M. Psi, tiga di antaranya adalah:
1. Sebagai Pendamping Suami
Dengan berpendidikan tinggi, maka Anda dapat menjadi teman bicara yang sepadan dengan suami. Dan Anda pun bisa menjadi pendamping suami, mengapa? Karena kelak, jabatan karir suami Anda akan terus meningkat, di mana laki-laki akan semakin mapan di usia 25, 30, 35, 40 tahun. Selain itu, laki-laki bebas menempuh pendidikan kapan pun, lain halnya dengan perempuan yang biasanya saat usia 25 tahun sudah mulai mempersiapkan pernikahan atau bahkan keluarga. Oleh sebab itu, alangkah baiknya sebelum menikah, para perempuan menempuh pendidikan setinggi mungkin.
2. Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak
Tak dapat dipudimung bahwa kelak perempuan akan menjadi seorang Ibu, namun bukankah anak yang berkualitas, tidak lain adalah dari Ibu yang berkualitas pula? Oleh sebab itu, mengejar pendidikan sangat diperlukan, tidak harus pintar, tetapi mau terus belajar guna mengoptimalkan tumbuh kembang anak Anda. Di mana tumbuh berarti semakin berisi fisik anak, baik bertambah besar maupun bertambah tinggi. Sedangkan, perkembangan berarti semakin cerdas dan terampilnya anak. Maka dari itu, berpendidikan tinggi tidak hanya bertujuan untuk mencari uang, tetapi untuk meningkatkan kapasitas diri agar mampu mengoptimalkan tumbuh kembang anak dengan baik, baik dalam memberikan nutrisi agar anak tumbuh sehat, maupun dalam mendidik agar anak menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas.
3. Membantu Finansial Suami
Selain mengabdi untuk orang tua, keluarga, atau suami, perempuan diharapkan bisa produktif dalam karirnya, mengapa? Bukankah kodrat seorang perempuan adalah sebagai ibu rumah tangga? Benar, hal tersebut memang tidak dapat dipungdimu. Akan tetapi, jika suatu saat nanti, Anda terpaksa untuk bekerja, misalnya untuk membantu suami di saat kondisi keuangan keluarga yang kurang stabil atau turut mendukung karir suami, maka Anda diharapkan bisa berkontribusi dalam hal tersebut.
Itulah tiga tujuan yang harus para perempuan pahami agar tetap semangat dalam mengejar pendidikan setinggi-tingginya. Sesuai pepatah yang mengatakan bahwa, ?Di balik kesuksesan laki-laki ada perempuan hebat yang mendampinginya. Begitupun dengan anak, di balik kesuksesan anak, ada ibu hebat yang mendidiknya.?
