Bernas.id – Menimba ilmu setinggi-tingginya adalah hak dari masing-masing individu baik melalui pendidikan formal maupun non formal. Melalui lembaga pemerintah atau di bawah naungan pengelola swasta, semuanya bertujuan sama yaitu mencari ilmu pengetahuan sebagai bekal kehidupan.
Bulan Mei segera usai, ini artinya akhir semester genap tahun pelajaran 2019 – 2020 pun akan berakhir. Waktunya naik tingkat, naik kelas, dan pindah ke jenjang lebih tinggi. Tak terkecuali bagi lulusan sekolah menengah atas bersiap melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi di sebuah perguruan tinggi.
Baca juga: Daftar Kampus Jurusan Perhotelan dan Pariwisata di Indonesia
Namun, di tengah masa pandemi Covid-19 yang belum juga usai ada kekhawatiran tersendiri ketika akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Hal ini terutama bagi calon mahasiswa yang harus ke luar kota dikarenakan tidak ada perguruan tinggi di tempat tinggalnya. Tentu banyak pertimbangan yang harus dipikirkan sebelum memutuskan merantau untuk melanjutkan menimba ilmu ke luar kota. Salah satunya adalah bahaya pandemi ini. Alternatif-alternatif pilihan harus dipikirkan demi mebjaga diri dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Selain kekhawatiran akan paparan virus corona, masalah pembiayaan juga menjadi faktor utama penyebab terputusnya pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Nah, UNMAHA atau Universitas Mahakarya Asia menawarkan solusi tepat untuk kedua penyebab utama kandasnya keinginan mengenyam pendidikan di perguruan tinggi dengan membuka kelas kuliah online atau daring.
Baca juga: Jurusan Manajemen: Pengertian Ilmu Manajemen dan Daftar Universitas
Seperti yang diketahui, pada masa pandemi kali ini Pembatasan Sosial Berskala Besar diterapkan di berbagai kota agar mata rantai virus corona segera terputus. Kapankah hal ini akan berakhir? Belum ada penelitian pasti yang menyatakan pandemi ini akan usai dalam waktu dekat, perkuliahan secara daring menjadi solusi yang bisa diambil agar pendidikan tinggi tetap bisa ditempuh meski di tengah keterbatasan tatap muka. Mahasiswa tetap memperoleh ilmu sesuai kurikulum yang telah ditetapkan melalui pertemuan secara virtual. Begitu pun dengan tugas, ujian, dan berbagai keperluan administratif lainnya. Semuanya dilakukan melalui media daring. Hal ini dirasa lebih mudah serta lebih sedikit biaya yang harus ditanggung daripada perkuliahan dengan tatap muka.
Perlu diingat, salah satu penyebab utama banyak lulusan jenjang SMA/SMK tidak melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah adalah keterbatasan biaya. Jadi selain menjadi solusi kuliah di era new normal, kelas kuliah online UNMAHA juga menjadi alternatif pilihan bagi mereka yang ingin tetap mengenyam pendidikan di perguruan tinggi tapi terkendala biaya.
Baca juga: 10 Prospek Kerja Lulusan Akuntansi di Berbagai Profesi
Tidak tanggung-tanggung selain membuka kelas kuliah online dengan biaya 300 ribuan per semester, UNMAHA juga memberikan berbagai keringanan dan beasiswa bagi calon mahasiswa yang ingin tetap kuliah dengan tatap muka. Besarannya pun sangat besar. Untuk uang sarana dan prasarana yang awalnyanya sebesar 7,5 juta rupiah akan mendapat keringanan sebesar 6 juta rupiah sehingga tinggal 1,5 juta jika calon mahasiswa mendaftar pada bulan Mei ini.
Bahkan nanti ketika perkuliahan sudah dimulai akan ada seleksi penerimaan beasiswa 8 semester full pada semester 2, ini artinya mahasiswa free biaya kuliah hingga lulus kuliah.
Bagaimana? Masih akan bilang jika new normal dan keterbatasan biaya menjadi penghalang menempuh pendidikan tinggi? Segera gabung bersama UNMAHA, kampus pencetak pengusaha dengan berbagai beasiswa yang ditawarkan.
Baca juga: Jurusan IT: Pengertian, Mata Kuliah, dan Prospek Kerja Terbaru
