YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Pemerintah telah memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat yang kini menjadi PPKM Level 4 hingga 25 Juli 2021 mendatang. Hal itu membuat pengusaha menjerit dan pasrah akan keadaan ini.
“Perpanjangan PPKM pakai istilah level ini sama aja maksudnya, dampaknya pengusaha resto ,hotel, UMKM semuanya pasti kalau ditanya tidak mau PPKM, karena jelas pemasukan mau buat makan aja sangat menurun drastis. PPKM masa covid dampaknya paling parah dan menjerit,” ujar General Manager Royal Darmo Malioboro Hotel, Joko Paromo, Jumat (23/7/2021) melalui pesan singkat whatsapp.
Bahkan diakui oleh Ketua PHRI Sleman ini, kerugian omset dari dampak PPKM hampir mencapai 85 hingga 90 persen. “Paling kita strateginya hotel supaya dapat revenu kita jual food on line, paket kamar beli sekarang pakai nanti. Strategi sebagus apa pun susah, makan di batasi, jalan ditutup, jam buka dipersempit, swasta hancur lebur, pengusaha menangis darah sampai tidak keluar, hanya bisa pasrah,” tandas Joko Paromo.
Baca Juga : Tok!!! Pemerintah Resmi Perpanjang PPKM Darurat Hingga 26 Juli 2021
Dia berharap, pemerintah juga harus berempati dengan mengganti kerugian dan dampaknya. “Banyak karyawan di rumahkan apa tidak menyakitkan karyawan dia punya anak, istri keluarga,” katanya.
“Maksud baik tapi dampaknya sangat ngeri, semoga kejahatan tidak meningkat dengan adanya banyak pengangguran, kita hanya bisa pasrah, ikuti aturan pemerintah walau ikhlas, ya ndak ikhlas,” tambahnya.
Dia juga berharap wabah covid-19 segera sirna, dan program Vaksin dipercepat. “Masing-masing individu prokes harus kita lakukan dari diri kita, pemerintah memberikan kompensasi dengan orang yang tepat,” katanya.
Joko juga mengakui tetap mendukung pemerintah dalam mengatasi pandemi covid-19 ini. “Tolong di lapangan mengingatkan dengan sopan santun, jangan anarkis terhadap bangsa sendiri. Tetap semangat, jalankan prokes, ikuti aturan yang ada, pasti ujian segera berlalu, kebahagiaan segera kita dapatkan,” pungkasnya. (cdr)
