Bernas.id – Dikutip dari laman Sikapi Uangmu yang dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan, reksadana adalah sarana penghimpun dana dari masyarakat untuk kemudian dikelola oleh manajer investasi dan diinvestasikan dalam berbagai instrumen investasi, seperti saham, obligasi, dan instrumen uang. Reksadana dapat berbentuk hukum Perseroan ataupun Kontrak Investasi Kolektif (KIK) serta bersifat terbuka ataupun tertutup. Di Indonesia reksadana berbentuk hukum Kontrak Investasi Kolektif dan bersifat terbuka lebih tampak perkembangannya karena sifatnya yang terbuka memungkinkan untuk diperdagangkan setiap waktu pada hari bursa.
Pembelian reksadana dapat dibeli melalui manajer investasi, Agen Penjual Efek Reksa Dana, atau Bank yang berizin OJK untuk memperdagangkan reksadana. Salah satu bank yang memberikan fasilitas investasi reksadana adalah Bank Negara Indonesia (BNI).
Reksadana yang dipasarkan oleh BNI disebut sebagai Reksadana BNI. Ada dua tipe reksadana yang dimiliki oleh BNI, yaitu Reksadana BNI Konvensional dan Reksadana BNI Syariah. Baik reksadana syariah maupun konvensional tersebut, ketersediaan produk Reksadana BNI tercapai berkat jalinan kerjasama antara BNI dengan manajer investasi.
Daftar Isi :
Baca juga: Mengenal Reksadana Mandiri dan Produknya
Reksadana BNI Konvensional

- BNI-AM Dana Likuid. Investasi ini memiliki periode yang singkat karena seluruh dana investasi dialokasikan pada instrumen pasar uang dalam negeri jangka pendek dengan jatuh tempo di bawah 1 tahun. Harga per unit reksadana ini pada 12 November 2021 mencapai Rp1.702,01 dengan return sebesar 0,20% dalam 1 bulan dan 3,47% dalam 1 tahun.
- BNI-AM Dana Pasar Uang Kemilau. Berhasil mencapai harga per unit reksadana sebesar Rp2.006,60 pada 12 November 2021, reksadana ini berhasil memberikan return sebesar 0,17% dalam 1 bulan dan 3,41% dalam 1 tahun.
- BNI AM-Nirwana Pendapatan Tetap. Komposisi portofolio terdiri dari minimal 80% dan maksimal 100% dari Nilai Aktiva Bersih (NAB) pada efek bersifat utang atau maksimal 20% dari NAB pada deposito maupun instrumen pasar uang. Harga per unit reksadana sebesar Rp1.486,51 paa 12 November 2021 dengan return 0,62% dalam 1 bulan dan 6,76% dalam 1 tahun.
- ITB Harmoni BNI-AM. Reksadana ini berjenis pendapatan tetap dengan harga per unitnya Rp1.298,23 pada 12 November 2021 dan return dalam 1 bulan sebesar 0,91% dan 1 tahun sebesar 5,98%
- BNI-AM Makara Investasi. Pada 12 November 2021 harga per unit reksadana sebesar Rp1.235,43. Sementara itu, returnnya 0,36% dalam 1 bulan dan 6,93% dalam 1 tahun.
- BNI-AM UGM Progressive Balanced. Berjenis reksadana campuran, reksadana ini dapat digunakan sebagai investasi jangka panjang. Harga per unitnya pada 12 November 2021 sebesar Rp1.419,28 serta return 0,62% dalam 1 bulan dan 10,36% dalam 1 tahun.
- BNI-AM Inspiring Equity Fund. Sama seperti produk reksadana saham lainnya, reksadana ini juga memiliki peluang keuntungan yang tinggi dan risiko yang tinggi pula. Pada 12 November 2021 harga per unitnya mencapai Rp1.040,55 dengan return 0,93% dalam 1 bulan dan 8,26% dalam 1 tahun.
- BNI-AM Mahogany. Harga per unit reksadana sebesar Rp908,94 dengan return 11,62% dalam setahun. Reksadana ini beresiko tinggi namun berpeluang memberikan keuntungan yang tinggi pula.
- BNI-AM Indeks IDX30. Periode investasi reksadana ini berjangka panjang. Harga per unit Rp867,27 pada 12 November 2021 dan returnnya 6,86% dalam setahun.
- BNI-AM Nusantara ETF MSCI Indonesia. Reksadana ini termasuk dalam kategori Exchange Traded Fund, yaitu reksadana KIK yang unit penyertaannya diperjualbelikan di Bursa Efek. Pada 12 November 2021 harga per unitnya Rp1.043,27 dengan return 9,86% dalam 1 tahun.
- BNI AMN ETF MSCI ESG Leaders Indonesia. Produk reksadana ETF ini mencapai harga per unit Rp983,44 pada 12 November 2021 dengan return 0,74% dalam 1 bulan dan 10,04% dalam 1 tahun.
Baca juga: Mengenal Reksadana Tokopedia, Kelebihan, dan Cara Membelinya
Reksadana BNI Syariah

- BNI-AM Dana Lancar Syariah. Harga per unit reksadana BNI-AM Dana Lancar Syariah pada 12 November 2021 sebesar Rp1.587,33 dengan return 0,16% dalam sebulan dan 3,45% dalam setahun.
- BNI-AM Ardhani Pendapatan Tetap Syariah. Harga per unit reksadana pada 12 November 2021 sebesar Rp1.470,52 dengan return 0,62% dalam sebulan dan 8,04% dalam setahun.
- BNI-AM Dana Dompet Dhuafa. Termasuk dalam jenis saham pendapatan tetap, harga per unit reksadana pada 12 November 2021 sebesar Rp3.042,30 dengan return 0,45% dalam sebulan dan 6,21% dalam setahun.
- BNI-AM Saham Syariah Musahamah. Harga per unit reksadana ini pada 12 November 2021 sebesar Rp1.150,42 dengan return 4,86% dalam setahun. Periode Investasinya jangka panjang dengan peluang keuntungan yang tinggi.
Selain menawarkan produk reksadana dari BNI Asset Management (BNI-AM) melalui Supermarket Reksadana, Bank BNI juga menawarkan produk reksadana dari manajer investasi lain, yaitu produk reksadana dari PT Schroder Investment Management Indonesia, PT Danareksa Investment Management, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, PT BNI Securities, PT BNP Paribas Investment Partners, PT Bahana TCW Investment Management, PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen, dan PT Trimegah Asset Management.
Baca juga: Mengenal Reksadana Bibit di Pasar Uang dan Manajer Investasinya
Keuntungan Reksadana BNI

- Pengelolaan investasi dilakukan oleh manajer investasi yang berpengalaman dan profesional mulai dari pemilihan instrumen dan pihak yang terafiliasi, hal administratif, serta monitoring dan investasi.
- BNI memiliki kekuatan penawaran yang tinggi sehingga hasil investasi dinilai lebih tinggi namun biaya investasinya lebih rendah. Kondisi ini memberikan kesempatan bagi seluruh investor untuk mendapatkan keuntungan investasi yang relatif baik menyesuaikan tingkat risikonya
- BNI memberikan kemudahan pencairan investasi karena likuiditas reksadana dijamin tinggi oleh BNI sehingga dapat dicairkan setiap hari.
Baca juga: Mengenal Reksadana BRI, Jenis, dan Manajer Investasinya
