JAKARTA, BERNAS.ID – Ketua Umum Kamar Entrepreneur Indonesia (KEIND), Afda Rizal Armashita, memberikan orasi ilmiah dalam acara Wisuda Sarjana Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) di Cengkareng, beberapa waktu lalu.
Dalam pidatonya yang berjudul Membangun Jejaring di Era Digital, ia menekankan pentingnya membangun konektivitas dan relasi di dunia digital sebagai kunci kesuksesan dalam karier dan bisnis.
Baca Juga : Beri Motivasi, Juliana Sofhia Ajak Lulusan UNMAHA Miliki Mental Pemenang
Afda Rizal berbagi pengalaman pribadinya, termasuk tantangan yang dihadapinya setelah lulus kuliah. “Saya dulu juga pernah merasakan sulitnya mencari pekerjaan setelah lulus. IPK saya 2,6, dan saya butuh tujuh tahun untuk menyelesaikan S1. Karena sulit mendapatkan pekerjaan, akhirnya saya memutuskan untuk membuka kantor sendiri, Armasita Info di Yogyakarta, pada tahun 2003,” ungkapnya.
Menurut Afda, era digital telah membuka banyak peluang, terutama dalam membangun jejaring profesional. Data menunjukkan bahwa 70% pekerjaan diperoleh melalui referensi atau jaringan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya personal branding dan pemanfaatan platform digital secara bijak.
“Perbarui profil LinkedIn, manfaatkan media sosial seperti Instagram dan TikTok untuk berbagi konten, serta bergabung di komunitas online seperti Telegram, WhatsApp, atau Facebook,” sarannya.
Baca Juga : ADVAN Perkuat Komitmen dalam Pendidikan, Dukung Lulusan UNMAHA Melalui Program CSR
Selain itu, Afda menyoroti pentingnya interaksi yang efektif dalam membangun jejaring, termasuk memberikan nilai tambah dalam setiap komunikasi dan tetap aktif serta konsisten. “Jangan ragu menggunakan AI untuk mengoptimalkan profil profesional dan komunikasi, serta ikuti webinar dan workshop online untuk memperluas wawasan,” tambahnya.
Afda Rizal juga membagikan beberapa contoh keberhasilan membangun jejaring digital. “Ada lulusan IT yang menulis artikel di LinkedIn, lalu dihubungi oleh perusahaan besar. Ada juga pengusaha pemula yang menggunakan Instagram untuk berjualan dan menemukan mitra bisnis melalui DM,” tuturnya.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa membangun jejaring digital memiliki tantangan tersendiri, seperti persaingan ketat dan kurangnya interaksi personal. Untuk mengatasinya, ia menyarankan agar para wisudawan fokus pada konten berkualitas, melakukan follow-up yang konsisten, serta mengelola waktu dengan baik menggunakan aplikasi seperti Notion, Trello, atau Google Calendar.
Sebagai bentuk komitmen dalam dunia pendidikan, Afda Rizal mengumumkan bahwa Kamar Entrepreneur Indonesia telah menjalin kerja sama dengan UNMAHA melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).
Di akhir pidatonya, ia memberikan pesan motivasi kepada para lulusan agar tidak takut memulai dan terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. “Jaringan Anda adalah aset Anda. Jangan takut memulai, terus belajar, dan tetap beradaptasi dengan perkembangan digital,” pesannya.
Acara wisuda ini dihadiri oleh para mahasiswa, dosen, serta tamu undangan lainnya. Para wisudawan pun tampak antusias dan terinspirasi oleh kisah serta motivasi yang disampaikan oleh Afda Rizal. (DID)
