SLEMAN, BERNAS.ID – Dalam upaya mendukung ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah berkelanjutan, tim dosen dari Fakultas Teknik, Berli P. Kamiel dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Endah Saptutyningsih Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Optimalisasi Penggunaan Mesin Pencacah Sampah Organik untuk Produksi Kompos di Kelurahan Sendangtirto, Kabupaten Sleman.
Bekerja sama dengan mitra Sekolah Jumat Putri Pedukuhan Minggiran, kegiatan ini melibatkan sekitar 30 ibu-ibu anggota komunitas tersebut.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengolah sampah organik, terutama daun dan ranting yang melimpah di wilayah tersebut, menjadi produk kompos yang bernilai ekonomi.
Ketua Tim Pengabdian, Berli P. Kamiel, mengungkapkan, program ini tidak hanya sebatas sosialisasi, tetapi juga mencakup hibah mesin pencacah daun yang dapat mempercepat proses pembuatan kompos.
“Kami berharap alat ini bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat sehingga produksi kompos dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Berli.
Usai serah terima mesin, peserta diberikan pelatihan operasional dengan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Tak hanya itu, mereka juga mendapatkan pelatihan pembuatan kompos agar hasil cacahan daun dapat diolah menjadi produk berkualitas yang layak jual.
Baca Juga : Pengabdian Masyarakat UNU Yogyakarta: Inovasi Budidaya Jamur Merang dengan Teknologi IoT
Ketua Kelompok Sekolah Jumat Putri, Endang Prihandayani, mengungkapkan, kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta.
“Dengan adanya mesin pencacah ini, kami bisa lebih mudah mengolah sampah organik. Harapannya, kompos yang dihasilkan dapat dijual dan menjadi tambahan penghasilan bagi kami,” katanya.
Tim pengabdian berharap program ini berkelanjutan dan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. (*/cdr)
