JAKARTA, BERNAS.ID – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memaparkan capaian kerjanya selama 33 hari menjabat dalam acara buka puasa bersama para kiai, habaib, dan ulama di Masjid Fatahillah, Balai Kota Jakarta. Ia menegaskan komitmennya untuk merealisasikan janji kampanye demi kesejahteraan warga.
Salah satu program yang telah dijalankan adalah penyelesaian masalah hunian di Kampung Bayam. Pemprov DKI memastikan warga terdampak telah menerima kunci rumah susun serta mendapatkan pelatihan urban farming untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
Baca Juga : Tunjuk Prof. Firdaus Ali sebagai Koordinator, Gubernur Pramono Segera Umumkan Staf Khusus
Di bidang pendidikan, Pemprov DKI mencairkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi 707.622 siswa. Selain itu, seluruh ijazah siswa yang tertahan di sekolah negeri, swasta, maupun keagamaan berhasil ditebus melalui kerja sama dengan Baznas Bazis DKI Jakarta.
Untuk penanggulangan banjir, Pemprov DKI melanjutkan normalisasi Sungai Ciliwung dan melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) guna mengantisipasi hujan deras pada Februari lalu. Menyikapi potensi banjir rob pada 28–29 Maret 2025, sebanyak 500 pompa air disiagakan di kawasan pesisir.
Di bidang ketenagakerjaan, Gubernur Pramono merevisi syarat pendidikan bagi calon petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), dari minimal lulusan SMA menjadi lulusan SD, untuk memperluas kesempatan kerja. Perekrutan dipastikan berlangsung transparan.
Baca Juga : KPU Jakarta Siapkan Buku Janji Kampanye Pramono-Rano untuk Warga Jakarta
Pada sektor transportasi, Pemprov DKI akan membuka empat rute baru TransJabodetabek guna mengurangi kemacetan. Selain itu, 22 ribu kuota disediakan bagi warga yang ingin ikut program mudik gratis.
Di bidang sosial, Pemprov DKI menyediakan kantin makan bergizi gratis di sekolah, termasuk madrasah dan sekolah keagamaan. Sepuluh taman kota juga akan dibuka hingga pukul 22.00 WIB setelah Lebaran, menyesuaikan aspirasi warga.
“Kami akan terus bekerja keras untuk memenuhi janji-janji kami demi kesejahteraan warga Jakarta,” ujar Pramono. (DID)
