BERNAS – Kamu mungkin sering bermimpi untuk bisa menginjakkan kaki di Jepang, menikmati sakura mekar, menjelajah kuil-kuil bersejarah, hingga mencicipi sushi langsung di negaranya. Tapi kemudian muncul pertanyaan berapa sih sebenarnya biaya pergi ke Jepang? Pertanyaan ini wajar, apalagi jika kamu masih mahasiswa atau baru mulai bekerja. Banyak yang mengira impian ini mahal dan sulit dicapai.
Namun, jika kamu tahu cara merencanakannya, biaya pergi ke Jepang bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan kamu. Dalam artikel ini, kamu akan menemukan rincian biaya yang realistis, dari tiket pesawat hingga pengeluaran harian. Yuk, hitung bersama agar impian ke Jepang bisa jadi kenyataan!
Estimasi Tiket Pesawat
Untuk mengetahui total biaya pergi ke Jepang, mari mulai dari hal paling utama, yaitu tiket pesawat. Harga ini sangat bergantung pada waktu keberangkatan dan maskapai yang kamu pilih.
1. Tiket Ekonomi ke Jepang dari Indonesia
Jika kamu berangkat dari Jakarta ke Tokyo atau Osaka, rata-rata harga tiket ekonomi pulang-pergi berkisar antara Rp6 juta – Rp10 juta. Gunakan fitur notifikasi dari situs seperti Skyscanner agar tidak ketinggalan promo.
2. Tips Mendapat Harga Lebih Murah
Hindari musim liburan seperti akhir tahun atau musim semi. Pilih waktu sepi seperti bulan Februari atau September. Gunakan juga maskapai low-cost seperti AirAsia dengan transit untuk memangkas biaya.
Akomodasi Banyak Pilihan Sesuai Budget
Setelah tiket, penginapan adalah komponen penting dalam biaya pergi ke Jepang. Untungnya, Jepang punya banyak opsi akomodasi ramah kantong.
1. Hostel atau Capsule Hotel
Harga penginapan murah berkisar antara Rp200 ribu – Rp500 ribu per malam. Selain hemat, kamu juga bisa bertemu wisatawan lain dari seluruh dunia.
2. Booking Jauh Hari
Gunakan aplikasi seperti Agoda, Booking.com, atau AirBnB. Booking jauh hari biasanya memberikan potongan harga yang signifikan.
Makanan Sehari-hari di Jepang Tidak Semahal yang Kamu Kira
Banyak yang menyangka makan di Jepang selalu mahal. Padahal, kamu bisa tetap kenyang tanpa menghabiskan banyak uang.
1. Konbini dan Supermarket
Makanan siap saji seperti onigiri, bento, dan mie instan bisa kamu dapatkan hanya dengan 100–500 yen (Rp10.000–Rp50.000).
2. Restoran Rakyat
Kamu juga bisa menemukan restoran lokal seperti Yoshinoya atau Sukiya yang menawarkan menu lengkap hanya dengan 300–700 yen.
Transportasi di Jepang Praktis Tapi Perlu Diatur
Transportasi umum di Jepang sangat nyaman, tapi bisa menguras dompet kalau tidak direncanakan.
1. Kartu Transportasi (Suica dan Pasmo)
Kartu ini bisa digunakan untuk kereta dan bus. Isi ulang sesuai kebutuhan. Biaya harian keliling kota sekitar Rp100 ribu – Rp150 ribu.
2. JR Pass untuk Wisata Lintas Kota
Kalau kamu ingin mengunjungi banyak kota dalam waktu singkat, pertimbangkan membeli JR Pass seharga sekitar Rp4 juta untuk 7 hari.
Kalau kamu serius ingin merasakan hidup di Jepang, bukan hanya liburan, ada pilihan yang lebih menarik. Di Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA), kamu bisa kuliah sambil mempersiapkan karier di Jepang lewat program magang langsung ke Jepang.
Program ini sangat cocok untuk kamu yang ingin bekerja di Jepang setelah lulus. Selain belajar akademik, kamu akan dibekali keterampilan kerja, budaya Jepang, hingga pelatihan bahasa yang mendalam. Daftar sekarang juga di PMB UNMAHA.
Tips Tambahan Agar Hemat dan Nyaman di Jepang
Sedikit tips tambahan agar biaya pergi ke Jepang tetap terkendali dan pengalaman kamu semakin maksimal.
1. Gunakan WiFi Portable
WiFi portable bisa disewa mulai dari Rp50 ribu/hari. Lebih murah dibanding roaming dan cukup untuk semua kebutuhan online.
2. Belanja Oleh-oleh di 100 Yen Shop
Toko seperti Daiso dan Seria menjual berbagai oleh-oleh unik hanya 100 yen. Hemat tapi tetap berkesan.
3. Manfaatkan Tempat Wisata Gratis
Kamu bisa mengunjungi taman kota, kuil, atau festival lokal yang tidak memungut biaya masuk. Banyak spot gratis yang tetap Instagramable!
Rencanakan dengan Matang, Nikmati Jepang dengan Nyaman
Biaya pergi ke Jepang mungkin terdengar besar di awal, tapi jika kamu merencanakannya dengan baik, semuanya bisa diatasi. Kuncinya adalah pintar dalam memilih waktu, akomodasi, transportasi, dan gaya hidup selama di sana.
Dan kalau kamu ingin lebih dari sekadar liburan seperti membangun masa depan di Jepang UNMAHA siap membukakan jalan lewat program kuliah dan magang yang terarah. Daftar sekarang di PMB UNMAHA atau bisa tanya-tanya langsung melalui WhatsApp Admin.***
Editor: Anggit April Hidayat
