MAGELANG, BERNAS.ID – Pemerintah Indonesia kini tengah memasang fasilitas akses berupa stairlift di Candi Borobudur sebagai bagian dari persiapan kunjungan kenegaraan Presiden Perancis Emmanuel Macron. Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia mengingatkan bahwa pemasangan alat tersebut berpotensi menimbulkan kerusakan.
Ketua Umum Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia Marsis Sutopo mengatakan, sebagai bangunan yang tersusun dari batu andesit, Candi Borobudur sangat rentan terhadap tekanan, gesekan, maupun benturan, yang dapat mengancam keutuhan batu dan stabilitas struktur candi secara keseluruhan.
“Sehubungan dengan pemasangan stairlift pada tangga pintu Candi Borobudur, kami mengimbau agar pihak pengelola mencermati secara seksama dampak yang mungkin ditimbulkan,” ujarnya,” lewat keterangan tertulis, Selasa (27/5/2025).
Baca juga: Pray For Borobudur Menggema Ketika Jokowi Direncanakan Pasang Batu di Puncak Borobudur
Ia menambahkan, pemasangan alat tersebut hendaknya tidak menimbulkan kerusakan fisik maupun menurunkan citra Candi Borobudur sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional dan Warisan Dunia.
Untuk itu, ia meneruskan, segala bentuk aktivitas dan perlakuan terhadap Candi Borobudur harus mengacu pada prinsip-prinsip pelestarian sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, dan Pedoman Operasional Pelaksanaan Konvensi Warisan Dunia (Operational Guidelines for the Implementation of the World Heritage Convention), serta Pedoman dan Perangkat Untuk Penilaian Dampak Dalam Konteks Warisan Dunia (Guidance and Toolkit for Impact Assessment in a World Heritage Context).
“Sebagai bangsa yang besar dan menjunjung tinggi budaya, marilah kita bersama-sama menghormati dan menjaga kelestarian Cagar Budaya sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia,” kata dia.
Baca juga: Puluhan Komunitas Tolak Rencana Pemasangan Chattra Borobudur, Biksu Juga Ikut Menolak
Sebelumnya, pihak Istana Negara mengatakan bahwa pemasangan ini dilakukan atas permintaan langsung dari Pemerintah Perancis. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi dalam konferensi pers di kantor PCO, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (26/5/2025).
“Pemerintah kita, tanggal 28 atau 29 bulan ini, akan menerima kunjungan kenegaraan dari negara yang sangat penting, negara Perancis. Ini tentu sangat penting bagi Indonesia,” kata Hasan.
Ia menjelaskan, pemerintah menyiapkan dua jenis fasilitas bantu sementara, yaitu ramp atau jalur landai hingga ke lantai empat, serta stairlift, yakni kursi bantu naik yang dipasang di sisi tangga, untuk menjangkau lantai tujuh atau delapan Candi Borobudur.
“Candi Borobudur itu kira-kira setinggi gedung 12 lantai. Jadi, Presiden Perancis tentu dalam kunjungan kenegaraan waktunya terbatas,” jelas Hasan.
Presiden Macron dijadwalkan akan didampingi langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto saat kunjungan ke situs warisan dunia tersebut. Hasan menekankan, seluruh fasilitas dipasang dengan mengikuti prinsip konservasi yang ketat dan tidak merusak struktur cagar budaya.
“Itu semua dibangun dengan pengawasan dari Kementerian Kebudayaan dan tidak ada paku, tidak ada bor. Jadi hanya ditaruh. Didudukkan, ditaruh saja. Jadi nanti ketika misalnya itu selesai, itu bisa dibongkar dengan mudah,” kata Hasan. (den)
