MALAYSIA, BERNAS.ID – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Melaka Malaysia merupakan salah satu pilar ekonomi utama negara bagian ini. Melaka dikenal sebagai wilayah yang mengandalkan pariwisata, ekonomi kreatif, kuliner, kerajinan, serta perdagangan.
UMKM di Melaka berkembang berkat dukungan sektor pariwisata, budaya, dan industri kreatif, namun masih menghadapi tantangan akses modal, sertifikasi, dan digitalisasi.
Dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi antarkamar dagang, UMKM Melaka memiliki peluang besar untuk naik kelas, terutama melalui digital entrepreneurship dan ekonomi halal.
Baca Juga : Basri Baco: Bapera Buka Peluang Kerja Sama dengan BIN, MKGR Fokus Penguatan UMKM
Melihat potensi dan untuk memperkuat kemitraan internasional, tim UMY yang dipimpin Dr. Arni Surwanti dan Retno Widowati,P.hD melaksanakan Pengabdian Masyarakat Internasional di Malaysia dengan berkolaborasi dengan dosen dari Fakultas Pengurusan Teknologi dan Teknousahawan Universiti Teknikal Melaka Malaysia (UTEM), Dr. Mohd Shamsuri bin Md Saad.
Kegiatan dilaksanakan Januari 2026 dalam bentuk pendampingan dalam penyusunan Strategi Pengembangan Bisnis Menggunakan Bisnis Canvas pada 20 UMKM, termasuk mahasiswa yang sedang mengikuti credit transfer di Fakultas Pengurusan Teknologi dan Teknousahawan Universiti Teknikal Melaka Malaysia (UTEM).
Baca Juga : Reksonegaran Festival: Sinergi Pendidikan dan UMKM untuk Pemberdayaan Ekonomi Warga
Pada kegiatan ini peserta merancang strategi pengembangan usaha berbasis bisnis canvas. Strategi pengembangan usaha yang diidentifikasikan meliputi : Penguatan Segmen Pelanggan, Pengembangan Proposisi Nilai, Diversifikasi Saluran Distribusi, Penguatan Hubungan Pelanggan, Diversifikasi Aliran Pendapatan, Penguatan Sumber Daya Utama, Optimalisasi Aktivitas Utama, Pengembangan Kemitraan Strategis dan Efisiensi Struktur Biaya.
Pelatihan ini terus diindaklanjuti dengan pendampingan oleh tim mitra Malaka dan konsultasi secara daring. (*/cdr)
