YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta resmi melepas siswi angkatan ke-100 pada Sabtu (9/5/2026) di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Momentum ini sekaligus menandai satu abad perjalanan lembaga pendidikan perempuan Muhammadiyah tersebut dalam mencetak kader dari berbagai daerah di Indonesia.
Direktur Madrasah Mu’allimaat, Unik Rasyidah, M.Pd, menyampaikan rasa terima kasih kepada para wali siswi atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan, wisuda bukanlah garis akhir, melainkan awal perjalanan baru.
Baca Juga : Kemenag Sulteng Perketat Pengawasan Madrasah, Ciptakan Generasi Berakhlak
“Allah SWT tidak menilai seberapa cepat kalian berhasil, tetapi seberapa sungguh-sungguh kalian berjuang,” ujarnya.
Mewakili Badan Pengurus Harian Mu’allimin Mu’allimaat, Mami Hajaroh menilai angkatan ini istimewa karena menjadi lulusan ke-100 sekaligus angkatan pertama dari kelas internasional. Beberapa diantaranya bahkan telah diterima di perguruan tinggi luar negeri.
Perwakilan wali siswi, Dani Wahyudi, memberikan apresiasi kepada guru dan pengelola asrama yang mendampingi siswi selama enam tahun, termasuk saat melewati masa pandemi.
Sekretaris Umum PP Aisyiyah, Tri Hastuti, menegaskan bahwa lulusan Mu’allimaat adalah kader Muhammadiyah dan Aisyiyah yang siap melanjutkan dakwah.
“Semuanya adalah anak panah Muhammadiyah dan Aisyiyah yang akan bergerak menjawab tantangan zaman,” katanya.
Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan masyarakat yang terus menguat selama satu abad. Ia menekankan pentingnya iman, ilmu, dan amal sebagai bekal para lulusan.
Baca Juga : Lulusan Madrasah Muallimaat Muhamamdiyah Yogyakarta Raih Banyak Kursi PTN Ternama
“Jalan pendidikan adalah jalan kenabian, penuh ketekunan, keikhlasan, dan pengorbanan,” ungkapnya.
Wisuda angkatan ke-100 ini menjadi penanda ketangguhan siswi Mu’allimaat yang berhasil melewati pandemi, perubahan kebijakan, serta dinamika zaman.
Mereka diharapkan terus menebarkan manfaat dan menjadi bagian dari keberlanjutan perjuangan Muhammadiyah dan Aisyiyah. (cdr)
