Bernas.id ? Rasulullah SAW berdakwah dengan cara yang sangat mengagumkan, bukan dengan jalan peperangan, pemaksaan atau bahkan ancaman.
Metode berdakwah ala Rasulullah SAW sepatutnya ditiru oleh segenap umat Islam, sebuah metode berdakwah yang diterapkan melalui keseharian yang sangat sederhana, namun membutuhkan mental yang sangat luar biasa.
Metode tersebut adalah dengan menggunakan metode akhlak, pemberian suri teladan dalam menyikapi permasalahan-permasalahan dalam kehidupan bermasyarakat, seakan tak mampu dicerna akal manusia, namun mampu menggugah hati seluruh umat, bahkan musuhnya pun sekalian.
Kisah masyhur seorang Yahudi yang selalu meludahi Rasulullah SAW tiap kali beliau menuju ka?bah, yang berakhir dengan masuk Islamnya orang Yahudi tersebut karena dijenguk oleh Rasulullah SAW ketika ia sakit.
Demikian pula dengan kisah seorang pengemis buta yang selalu disuapi oleh Rasulullah SAW tiap pagi, ketika Rasulullah menyuapinya, pengemis buta itu selalu menghina, memfitnah dan memberi pesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Ketika Rasulullah SAW wafat, kebiasaan itu diteruskan oleh Abu Bakar, namun pengemis buta itu membentak dan mengatakan kalau tangan yang sedang menyuapinya itu bukanlah orang yang biasanya. Pengemis buta itu pun menjelaskan bahwa orang yang biasanya menyuapinya itu selalu mengunyah makanannya terlebih dahulu, baru kemudian disuapkan kepadanya. Abu bakar yang menangis mendengar kisah itu pun menjelaskan bahwa orang itu adalah Muhammad Rasulullah SAW. Pengemis buta itu pun menangis dengan penuh penyesalan hingga akhirnya mengucapkan syahadat di hadapan Abu Bakar ra.
Dua kisah tersebut di atas adalah beberapa kisah di antara banyaknya kisah yang menunjukkan kemuliaan Rasulullah SAW yang berakhir dengan kekaguman luar biasa hingga menghadirkan hidayah bagi yang mereka yang awalnya membencinya.
Sebuah proses dakwah yang hanya disandarkan pada pemberian contoh akan akhlak luhur yang mencapai tingkat maksimal. Bagaimana akal mampu menakar tingkat kesabaran yang beliau miliki, maka malulah kalau kita masih mengatakan bahwa kesabaran ada batasnya.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: ?Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia.?
Demikian Rasulullah SAW telah melaksanakan perintah Allah SWT, yaitu sebagai penyempurna akhlak manusia.
Sebuah metode dakwah yang menyampaikan makna tersirat, yaitu agama Islam adalah agama yang sempurna untuk seluruh umat manusia sepanjang masa.
Sebuah metode dakwah yang mampu mengundang tetesan air mata walau hanya mendengar kisahnya, sebuah metode dakwah yang mampu membuat segenap umatnya merindu, walau belum pernah melihat.
Shallallahu ?ala Muhammad
