JAKARTA, Bernas.id ? Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pesan kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan berbagai bentuk hoax. Apalagi, tahun 2018 digelar Pilkada Serentak di 171 daerah.
“Saya titip pesan, jangan gampang dipengaruhi fitnah, kabar bohong, jangan sampai saling mencela dan menjelekkan karena kita saudara sebangsa dan setanah air. Ada pemilihan bupati di Bogor, itu pesta demokrasi, silakan pilih, setelah itu rukun kembali, gitu juga pemilihan Gubernur Jabar,” ungkap pria yang akrab disapa Jokowi itu dalam pidatonya saat pembagian sertifikat tanah di halaman parkir Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/3/18).
Presiden pun bercerita tentang kejamnya dunia politik di Indonesia. Bahkan, mantan Gubernur DKI Jakarta itu sampai curhat saat mendapat fitnah terkait PKI. Ia sempat disebut seorang PKI.
“Jangan sampai diadu. Negara ini negara besar, kadang jahatnya politik seperti itu. Ada yang bilang itu Pak Jokowi PKI, padahal PKI itu dibubarkan 1965, saya lahir 1961, masak ada PKI balita?” katanya.
Mantan Wali Kota Solo itu mengatakan kadang dirinya merasa bingung harus bersikap bagaimana saat mendapat fitnah tersebut. Meski begitu, ia tidak memikirkan fitnah tersebut tetapi lebih fokus bekerja untuk rakyat.
“Saya kadang mau marah gimana, nggak marah gimana. Saya mau blak-blakan, tapi ada orang yang percaya juga. Tugas saya sekarang bekerja, bekerja, entah menyiapkan pembagian sertifikat, infrastruktur, bantuan sosial, tidak ada yang lain,” lanjutnya.
