SLEMAN, BERNAS.ID- Guna memberikan kemudahan dan mendekatkan jangkauan pelayanan, PD BPR Bank Sleman kembali membuka kantor cabang bertempat di Jl Solo Km 13, Taman Martani, Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kantor cabang tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Sleman didampingi Wakil Bupati Sleman dan Deputi Direktur Lembaga Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (LJK OJK) DIY pada hari Kamis (7/2/19) ditandai dengan pengguntingan pita bunga.
Direktur utama PD BPR Bank Sleman, Muh Sigit mengatakan kantor cabang Kalasan menjadi cabang kedua yang dibuka setelah Godean. Gedung kantor cabang tersebut dibangun di atas tanah milik Bank Sleman sendiri dengan luas 374 meter persegi yang terdiri dari dua lantai.
Dalam hal pengembangan jaringan kantor, Sigit menyampaikan Bank Sleman terus mengembangkan daya dukung jaringan layanannya untuk memperluas jaringan sehingga mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Saat ini Bank Sleman telah memiliki 16 kantor kas dan satu payment point.
?Insyaallah tahun ini juga akan kami pisahkan operasional di pusat sebagai cabang utama, sehingga dalam waktu dekat kami punya tiga cabang,? imbuhnya.
Khusus untuk UKM, Sigit menyebut Bank Sleman memiliki komitmen bahwa 55% dari modal setor harus disalurkan kepada UKM. “Alhamdulilah dapat kami salurkan lebih dari 70% dan bahkan sudah hampir mendekati 100%,? jelas Sigit.
Sedangkan, Bupati Sleman, Sri Purnomo memberikan apresiasi atas dibuka cabang kedua Bank Sleman tersebut. Ia berharap dengan dibukanya kantor cabang Kalasan ini dapat semakin mendekatkan pelayanan pada masyarakat khususnya yang berada di wilayah Sleman timur.
?Seiring perkembangan waktu, Bank Sleman harus bisa menjawab tantangan yang lebih luas. Sehingga dapat semakin memberikan pelayanan terbaik dan profesional, salah satunya menggerakkan sektor mikro dalam rangka memperkuat pembangunan di Kabupaten Sleman,? kata Sri Purnomo.
Sementara itu, Deputi Direktur LJK OJK DIY, Budi Saptono yang hadir dalam persemian mengatakan bahwa di DIY terdapat 53 Bank Perkreditan Rakyat Konvensional (BPR) dan 12 Bank Perkreditan Syariah. Perkembangan BPR di Sleman menurutnya dinilai cukup baik dengan total aset BPR/S di Kabupaten Sleman tumbuh 7,13% menjadi Rp 3,4 Triliun. Kredit tumbuh 8,74% menjadi Rp 1,9 Triliun dan Dana Pihak Ketiga tumbuh 6,63% menjadi 2,4 Triliun.
?Berdasarkan data posisi Desember 2018, PD BPR Bank Sleman secara aset berada diperingkat kedua di DIY,” jelasnya. (jat)
