Bernas.id ? Bendungan Tukul yang terletak di Desa Karang Gede, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Minggu (14/2/2021).
Proyek di bawah Penanggungjawab Kemeterian PURP yang merupakan proyek multiyear mulai digarap sejak tahun 2013 dengan target penyelesaian di tahun 2016. Namun, terjadi kemunduran hingga tahun 2021 baru selesai dan diresmikan. Kegiatan proyek ini dilaksanakan oleh PT Brantas Adipraya (Persero) di bawah supervisi PT Mettana (JO) Anugerah Kridaparadana.
Mengutip dari laman Brantas Adipraya bahwa seperti proyek infrastruktur lainnya, yang menjadi masalah utama adalah pembebasan lahan sehingga target selesai mundur ke tahun 2020. Diketahui pembebasan lahan untuk bendungan ini seluas 77 Ha.
Mengutip dari laman Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) pada Minggu (14/2/2021), pembangunan Bendungan Tukul ini diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan jumlah investasi sebesar Rp674 Miliar.
Dalam sambutan peresmian ini, Jokowi menyebutkan bahwa Bendungan Tukul ini sangat bermanfaat dan memiliki peran penting bagi masyarakat, khususnya yang berada di sekitar lokasi tersebut.
Bendungan Tukul ini termasuk multifungsi yang mana dapat digunakan sebagai sumber irigasi untuk mengairi sawah masyarakat sehingga mampu mendorong produktivitas petani di daerah tersebut.
?Dengan kapasitas tampung 8,7 juta meter kubik air, maka bendungan ini bisa memberikan manfaat yang sangat besar yaitu bagi 600 hektar sawah,? tutur Jokowi, Minggu (14/2/2021)
Tidak hanya itu bendungan ini dapat meningkatkan frekuensi penanaman padi dan palawija yang mana hanya bisa menanamnya setahun sekali. Dengan hadirnya bendungan ini petani dapat menanam padi dan palawija dua kali.
Bendungan ini akan mengurangi potensi banjir. Dengan daya tampung air yang besar, sehingga air hujan tidak akan meluap.
Harapan Jokowi setelah bendungan ini berfungsi akan menjadi infrastruktur yang dapat memperkuat ketahanan pangan dan juga ketahanan air. Tak hanya itu, Bendungan ini akan dilengkapi pembangkit listrik dengan kapasitas listrik sebesar 0,64 MW. (muu)
