JAKARTA, BERNAS.ID – PT Perusahaan Gas Negara Tbk sebagai subholding gas Pertamina menyatakan siap memberikan bantuan oksigen medis dan tabung penyimpanan oksigen guna membantu pemerintah menangani pandemi Covid-19. Sekretaris PGN, Rachmat Hutama, dalam pernyataannya sebagaimana dikutip oleh Antara pada hari Minggu (4/7) menjelaskan bahwa PGN akan mengerahkan semua kapasitas yang dimiliki untuk meningkatkan suplai oksigen medis.
“Pasokan oksigen di rumah sakit semakin berkurang, sedangkan kebutuhannya sangat tinggi saat ini. Semoga bantuan dari subholding gas dapat membantu penyediaan suplai oksigen medis,” kata Rachmat.
PGN melalui Pertamina Gas menyerahkan bantuan oksigen dan tabung ke wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Di Jawa Tengah, PGN telah menyerahkan sebanyak 14,8 ton oksigen ke RSUD Loekmono Hadi, RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo, RSUD RAA Soewondo, dan RSUD Dr Soetrasno. Sementara itu, PGN juga memberikan bantuan sebanyak 15,1 ton oksigen ke RSUD PAU Hardjolukito, RS Panti Rapih, PKU Muhammadiyah Yogyakarta, RSUD Bantul, RS PKU Bantul, dan RS PKU Gamping di Yogyakata.
Baca juga: Pengetatan Persyaratan Masuk Indonesia Bagi WNI, WNA
Rachmat juga menyampaikan bahwa bantuan oksigen diserahkan atas imbauan dari Holding Pertamina seiring dengan meningkatnya kasus COVID-19 di Provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.
“Kondisi tersebut mengakibatkan kebutuhan pasokan oksigen untuk rumah sakit di seluruh provinsi di Pulau Jawa meningkat pesat,” kata Rachmat.
Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil dari Kementerian Perindustrian, kebutuhan oksigen medis saat ini menjadi 800 ton per hari atau naik 69,3 persen dibandingkan kondisi normal.
Rachmat menambahkan bahwa bantuan oksigen medis tersebut adalah wujud nyata semangat kerja Energizing You milik Pertamina dan semangat gotong royong sebagai bagian dari Holding Migas dalam menghadapi peningkatan kasus COVID-19.
Masih terkait dengan suplai oksigen medis, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, sebelumnya mengatakan pemerintah akan memastikan ketersediaan tabung gas oksigen untuk kebutuhan medis di Tanah Air.
“Terkait ketersediaan oksigen, kami sudah meminta kepada Menteri Perindustrian agar memerintahkan para produsen oksigen mengalokasikan 90 persen produksinya untuk kebutuhan medis,” ujar Luhut pada hari Kamis (1/7).
