JAKARTA, BERNAS.ID – Situasi pandemi covid-19 mempunyai dampak signifikan terhadap hampir semua lini bisnis seperti industri makanan, fashion, perhotelan, bahkan musik. Bagi penggiat musik sendiri, strategi demi strategi perlu dikembangkan agar dapat terus mempertahankan citra musik di Indonesia, yang sangat berpengaruh terhadap sepak terjang sang musisi dan karya-karyanya di situasi sulit seperti ini.
Sangat tidaklah mudah untuk musisi atau produser musik di Indonesia dapat bertahan di kondisi yang mewajibkan semua masyarakat untuk tidak lagi menikmati musik di luar rumah. Sehingga para penggiat musik tanah air juga menjadi salah satu korban yang terdampak.
Dalam menyikapi hal ini, produser musik dituntut lebih kreatif untuk menyajikan sesuatu yang dapat menunjang kegiatan masyarakat melalui musik, dengan tetap berada di rumah secara asyik dan menyenangkan.
Baca Juga : Romy Syalasa dan Kekuatan Cinta di Musiknya
Whisnu Santika, seorang Disc Jocky dan Produser Musik di Indonesia dengan ragam karya #MusikTanpaBatas nya pun turut menjadi korban terdampak adanya situasi sulit saat ini. Namun, visi Whisnu dalam terus memberikan karya yang menyisipkan kejutan di setiap produksinya diharapkan dapat menjadi bagian dari semangat masyarakat di masa pandemi ini. Pada tanggal 7 Juli 2021 lalu, Whisnu Santika kembali merilis karya terbarunya yang berjudul 'Que Pasa'.
Proses pembuatan hingga rilis lagu Que Pasa tidaklah serta merta mulus, khususnya setelah sukses membesut salah satu karyanya yang berjudul 'Chitty Chitty Bang!' di tahun 2019 lalu sebagai alternatif lagu pengiring dan penghibur apapun aktivitas masyarakat Indonesia saat sebelum pandemi, untuk kemudian dapat menggairahkan kembali semangat musik dari para pendengar setianya di masa pandemi ini.
Banyaknya tantangan yang dihadapi penggiat musik di Indonesia saat pandemi tidak menyurutkan semangat para musisi, terlihat dari bagaimana para produser musik terus berkreasi untuk dapat memberikan lagu penyemangat beraktivitas saat tetap berada di rumah saja. Di saat itu pula, Whisnu yang juga berjiwa nasionalis, sontak terpikir untuk dapat memberikan kontribusi lebih dari karya musiknya, dari sinilah Que Pasa tercipta. Sikap putus asa yang dimilikinya membuahkan ide kreatif untuk menciptakan musik dengan gaya Amerika Latin yang diadopsinya agar kelak menjadi warna baru dari berbagai jenis musik di Indonesia.
Dengan mengusung konsep 'Memanusiakan Manusia' melalui musik, diejawantah oleh Whisnu ke dalam Que Pasa (2021), agar dapat memberikan semangat masyarakat Indonesia beraktivitas di masa pandemi, seperti halnya lima kegiatan berikut ini yang dapat dinikmati dengan lantunan lagu Que Pasa:
1. Berolahraga dari rumah dengan lantunan musik chill dan upbeat sebagai pengiring gaya
Tak dapat dipungkiri, untuk memberikan dan menciptakan atmosfir semangat berolahraga, masyarakat butuh jenis lagu seperti Que Pasa yang berkarakter fun dan energetic sebagai pengiring gaya berolahraganya. Salah satu contoh yang sempat pernah viral di kalangan penggiat olahraga Zumba di YouTube tahun 2019 lalu besutan Whisnu Santika.
2. Lagu pendamping dan penyemangat kegiatan bekerja dari rumah
Dalam turut mendukung pemerintah menekan laju penyebaran virus Covid-19, Whisnu secara kreatif menciptakan irama musik Que Pasa agar memberikan semangat di diri masyarakat Indonesia yang mendengarkan, saat menyelesaikan dokumen atau pekerjaan lain di rumah.
3. Lagu pendamping untuk aktivitas membersihkan rumah atau kamar
Lagu Que Pasa diciptakan khusus dengan karakter chill dan fun agar dapat mengangkat rasa semangat saat melakukan pekerjaan rumah yang harus secara berkala dilakukan, guna menciptakan kenyamanan dan kebersihan rumah saat pandemi, sebagai upaya untuk mengantisipasi dan menghindari virus Covid-19.
4. Bersantai sambil bernostalgia
Selain musik, sosial media juga menjadi teman akrab masyarakat Indonesia saat pandemi, tidak hanya untuk dapat mengetahui kabar dan informasi terkait apa yang terjadi di luar rumah. Tetapi juga menjadi media penghubung masyarakat dalam bersosialisasi, bahkan tidak luput juga dari sesi nostalgia ke berbagai momen sebelum pandemi. Lagu Que Pasa yang diciptakan Whisnu dapat menjadi alternatif lagu untuk dapat bersantai sambil bernostalgia melalui media sosial masyarakat, agar senantiasa teringat akan momen indah bersama orang-orang terkasih dengan karakter lagu yang chillful dan fun.
5. Latar lagu pengiring di karya sosial media masyarakat yang diciptakan
Lagu Que Pasa dapat dijadikan sebagai referensi pendamping karya (social media post) masyarakat, seperti contoh salah satu karya Whisnu yaitu Chitty Chitty Bang! yang pernah viral di sosial media sebagai backsound sebuah promosi dari Dian Sastrowardoyo di Guru Guru Gokil. Melalui Que Pasa, masyarakat yang ingin membuat karya (posting) sosial media dapat ditemani dengan lagu yang berkarakter fun dan penyemangat ini. (cdr)
