Yogyakarta, HarianBernas.com-Pensiun menjadi sesuatu yang menakutkan bagi banyak orang. Tidak peduli, entah dia karyawan biasa, jajaran manager, dan direksi sekalipun. Namun, bagi mereka yang jeli dan kreatif, usia pensiun justru menjadi pijakan awal untuk melompat lebih baik.
Ini pula yang dialami Anthonius Paluruan (56), satu dari 98 pensiunan BPJS Ketenagakerjaan di awal 2017 ini. Namun dengan kejeliannya melihat peluang bisnis, pendapatannya malah kian meroket menjelang pensiun. Saat ini, Anton (akrab biasa dipanggil), meraih pendapatan tak kurang dari Rp 150 juta perbulan dari sejumlah bisnisnya.
Di sela-sela acara pelepasan purna karya BPJS Ketenagakerjaan di Yogyakarta, Kamis (09/02/2017) petang, Anton mengisahkan kisah suksesnya. Ternyata, ketika memasuki masa persiapan pensiun, Anton sudah mulai mencari-cari peluang bisnis yang bisa digarapnya. Kebetulan, dirinya mendapat informasi tentang harga tanah yang masih terjangkau di salah satu pusat tambang nikel yang konon terbesar di Asia, yakni di Sulawesi Tengah (Sulteng).
Anton tanpa pikir panjang membeli tanah seluas sekitar 1.500 meter. Di atas tanah ini, dia membangun rumah kost dengan jumlah kamar 30 buah. Belum lagi selesai dibangun, sudah banyak calon konsumen yang memesan. Padahal, harga sewa perkamar perbulan Rp 1 juta.
D itengah proses pembangunan rumah kostnya, Anton mendapat peluang lain, yakni bisnis menyewakan truk. Di daerah ini, kebutuhan truk ternyata sangat tinggi. Sadar tidak punya pengalaman mengurus bisnis armada angkutan, Anton lantas menawarkan sistem sewa ke perusahaan yang sudah berpengalaman.
?Saya mendapat tawaran sewa sebesar Rp 30 juta perbulan untuk truk beroda 10. Ya sudah, uang pensiun langsung saya jadikan uang muka untuk membeli truk. Awalnya, saya membeli 2 unit, tapi saat ini sudah bertambah 3 unit. Jadi, total saya punya 5 truk. Pendapatan kotor perbulan Rp 150 juta,? katanya penuh semangat.
Anton punya kiat khusus agar truknya tetap prima. Sopir yang dia pekerjakan, wajib menjaga truk ini laiknya milik pribadi. Setiap hari, truk harus dalam kondisi bersih. ?Saya rela menggaji mereka jauh lebih tinggi, tapi mereka memperlakukan truk saya seperti milik mereka sendiri. Jadi semua senang,? kata Anton yang yang baru 5 bulan menggeluti bisnisnya.
Keberhasilan Anton, mendapat apresiasi Dirut BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto. Menurut Agus, bangsa ini memang membutuhkan jauh lebih banyak wirausahawan, untuk mendorong peningkatan lapangan kerja.
?Kalau ada pensiunan karyawan kami yang dapat mengembangkan bisnis dan membantu menciptakan lapangan kerja, tentu kami sangat bangga. Itu prestasi yang patut dijadikan contoh bagi yang lain,? timpalnya.
Bambang Wahyudiono, Kepala Urusan Renumerasi dan Administrasi mengatakan, setiap tahun BPJS Ketenagakerjaan melepas karyaan pensiun sekitar 100 orang.
Dua tahun sebelum pensiun, para karyawan mendapatkan berbagai pelatihan tentang wirausaha. Mereka juga diajak untuk melakukan kunjungan ke berbagai jenis usaha yang telah sukses. Harapannya, para pensiunan ini tetap dapat berkarya dan beraktivitas positif ketika sudah tidak aktif lagi di BPJS Ketenagakerjaan.
?Mulai tahun ini, selain pelatihan dan kunjungan ke usaha yang sukses, kami juga mengadakan acara pelepasan khusus. Direksi secara resmi menyerahkan piagam penghargaan dan souvenir khusus untuk para karyawan yang purna tugas,? pungkasnya.
