Yogyakarta, HarianBernas.com– Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution menyebut Indonesia butuh jutaan tenaga kerja terampil untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Kamis (8/12).
“Presiden selalu mengingatkan agar menyiapkan tenaga kerja terampil dan berkualitas dalam jumlah jutaan,” kata Darmin Nasution dalam keterangan tertulisnya membuka rapat koordinasi Penyiapan Tenaga Kerja Sektor Prioritas, di Jakarta.
Menurut Darmin, saat ini Pemerintah menyiapkan sejumlah rencana penyiapan tenaga kerja di sektor prioritas sesuai perintah Presiden Joko Widodo.
Ada delapan profesi dalam kebijakan pasar bebas seperti yang tercantum dalam ASEAN Mutual Recognition Arrangement (MRA), yaitu (1) Insinyur, (2) Arsitek, (3) Tenaga pariwisata, (4) Akuntan, (5) Dokter, (6) Dokter gigi, (7) Surveyor, dan (8) Perawat.
Dalam MRA, setiap profesi akan ditetapkan standar dan kompetensinya di kancah ASEAN.
?Nantinya, Indonesia bisa menerima tenaga kerja dari negara-negara ASEAN untuk profesi-profesi ini, begitu juga sebaliknya,”imbuhnya.
Untuk sektor prioritas konteks Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), ada 12 sektor, yakni (1) Produk berbasis agro, (2) Produk berbasis karet, (3) Produk berbasis kayu, (4) e-ASEAN, (5) Kesehatan, (6) Transportasi udara, (7) Elektronika, (8) Pariwisata, (9) Tekstil dan produk tekstil, (10) Perikanan dan produk perikanan, (11) Otomotif, dan (12) Jasa logistik.
Upaya mencetak jutaan tenaga kerja terampil yang dibutuhkan industri, Pemerintah akan merancang prioritas pendidikan dan pelatihan vokasi di bidang pembangunan infrastruktur, sertifikasi tanah rakyat, industri manufaktur, farmasi, dan pariwisata.
“Untuk menyediakan tenaga kerja besar-besaran, kita butuh tempat pelatihan dengan peralatan yang benar-benar sesuai dengan yang dibutuhkan industri,” tutur Darmin.
