YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Berbasis tingginya tingkat pemakaian internet di Kota Yogyakarta, Pemkot Yogyakarta kini meluncurkan program Penguatan Ekosistem Digital Berbasis Masyarakat. Ini adalah program fasilitasi bagi masyarakat, dengan memanfaatkan ratusan titik WiFi publik yang ada di Kota Yogyakarta.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Yogyakarta Tri Hastono menerangkan, saat ini terdapat 501 WiFi publik di Kota Yogyakarta. Di situlah, bakal dikuatkan ekosistem digital berbasis komunitas masyarakat.
“Jadi bagaimana WiFi publik dan jaringan komunikasi di Kota Yogyakarta bisa kita tambah nilainya untuk menciptakan aktivitas-aktivitas kreatif dan aktivitas-aktivitas ekonomi baru berbasis teknologi digital,” kata Tri, Senin (14/6/2021).
Ia meneruskan, selama masa pandemi ini, WiFi publik kebanyakan dipakai warga untuk belajar mengajar daring. Dari fungsi itu akan dikembangkan dalam bentuk pelatihan mulai dari aktivitas kreatif berbasis digital, dan ekonomi digital yang berbasis komunitas setempat.
“Jadi kami ingin membuat titik-titik WiFi itu sebagai pusat pembelajaran digital, bisa dalam konteks ekonomi, atau konteks hobi,” imbuh Tri.
Baca juga: Ada 211 Spot WiFi Publik Gratis di Kota Jogja
Pihaknya telah mulai melakukan identifikasi kebutuhan masyarakat. Komunitas masyarakat yang siap untuk pendampingan/pelatihan bakal difasilitasi oleh Pemkot Yogyakarta, dengan menghadirkan narasumber/pendamping yang berkompetensi.
“Pesertanya tidak perlu terlalu banyak, sepuluh-limabelas orang cukup. Yang penting bisa mengidentifikasi kebutuhan,” imbuhnya.
Upaya ini menurutnya sudah mulai dilakukan oleh Pemkot Yogyakarta dengan melibatkan beberapa perguruan tinggi. Bahkan beberapa unsur lain yang tergabung dalam “pentahelix” program Gandeng Gendong juga dilibatkan.
“Secara periodik ada kerumunan pada titik-titik WiFi publik, tidak hanya untuk belajar daring, namun untuk mendukung UMKM atau digital marketing, itu yang kami inginkan. Namun tetap memperhatikan protokol kesehatan,” tandasnya. (den)
